Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 Maret 2020 16:50
Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap
IHSG jeblok 4,99 persen.

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Sentimen regional dan global yang masih mencemaskan dampak virus corona baru, Covid-19, membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa.

Seperti diketahui sejumlah negara di dunia mulai memberlakukan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar masuk warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Perdagangan saham di hari ini juga diwarnai keputusan orotitas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membekukan sementara perdagangan (trading hal) selama 30 menit saat jam perdagangan menunjukan pukul 15.02 WIB. 

Rangkaian sentimen negatif ini membuat tiga indeks acuan saham syariah berguguran. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas sampai 6,337 poin (4,68%) ke level 129,817. ISSI terus merosot setelah dibuka di level 135,524. Aksi jual investor membuat indeks ini tersungkur ke level 128,822.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 30,941 poin (6,40) ke level 452,125.

Indeks JII70 terkoreksi 9,938 poin (6,16%) ke level 151,403.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen akhirnya menutup perdagangan dengan koreksi tajam 233,908 poin (4,99%) ke level 4.456,749.

Sekadar informasi, perdagangan sempat dilakukan trading halt pada 15.02 karena IHSG turun 5 persen, Perdagangan dilakukan kembali pada 15.32 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal.

1 dari 5 halaman

Empat Sektor Ini `Terbakar` 5 Persen

Semua indeks sektoral terbakar. Kekhawatiran terhadap virus covid-19 membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor industri dasar. infrastruktur, manufaktur, industri aneka, dan keuangan.

Indeks sektor industri dasar anjlok 5,90 persen, infrastruktur 5,87 persen, manufaktur 5,70 persen, industri aneka 5,68 persen, dan keuangan 5,63 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah CMNP yang harga sahamnya naik Rp270, UNIC Rp200, FASW Rp100, SILO Rp100, dan PNSE Rp92.

Harga saham UNTR terkoreksi Rp1.000, INTP Rp725, ICBP Rp650, ITMG Rp500, dan UNVR Rp475.

Dari pasar uang, dolar AS masih anteng di level Rp15 ribu. Pada 16.43, kurs mata uang Paman Sam menanjak 213 poin (1,41%) ke Rp15.145 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Kecemasan investor terhadap virus corona membuat indeks syariah terkoreksi. Bahkan, surplus perdagangan pada Februari 2020 senilai US$2,34 miliar (Rp34,4 triliun) tak sanggup menahan laju pergerakan perdagangan.

Angin negatif juga datang dari pasar luar negeri setelah bank sentral AS, The Federal Reserves, mendadak mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Kebijakan in sebagai langkah antisipasi dampak wabah virus corona baru. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2020 dengan melemah tajam 6,684 poin (4,70%) ke level 135,524. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 142,208.

Minimnya aksi jual pelaku pasar akibat penyesuaian dengan kondisi terkini wabah corona di Indonesia membuat ISSI sempat tergelincir ke level terendah di 135,237.

 

 © Dream

 

Penurunan lebih tajam terjadi pada dua indeks kepingi biru syariah. Indeks blulechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok sampai 31,087 poin (6,05%) ke level 483,066.

Sementara Indeks JII70 turun 9,956 poin (5,81%) ke level 161,341.

Aksi jual investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berkutik. IHSG melorot 216,914 poin (4,42%) ke level 4.690,657.

3 dari 5 halaman

Saham Andalan Berguguran

Virus corona yang menghantui perekonomian membuat investor melepaskan saham-sahamnya di semua sektor. Indeks sektor infrastruktur terperosok 5,98 persen, barang konsumsi 5,67 persen, dan manufaktur 5,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya terangkat Rp1.190, GHON Rp160, EMTK Rp150, LINK Rp140, dan DVLA Rp100.

Sebaliknya, yang menghuni top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terpangkas Rp1.075, INTP Rp775, ICBP Rp575, ITMG Rp525, dan UNVR Rp525.

Dari pasar uang, dolar AS nyaris menembus level Rp15 ribu. Kurs dolar menguat 204 poin (1,36) ke level Rp14.981 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Dream - Bursa saham Indonesia terkena kebijakan penghentian sementara (halt trading) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas di atas 5 persen. Keputusan itu dibuat sekitar 30 menit sebelum penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis. 12 Maret 2020.

Kondisi pasar modal Indonesia yang terkena halt trading dipicu kepanikan pelaku pasar terhadap wabah virus corona sehingga melakukan aksi jual besar-besaran. Dua indeks saham bluechips syariah bahkan terjun bebas di atas 5 persen.  

 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 7,085 poin (4,74%) ke level 142,361. ISSI langsung membuka sesi perdagangan di zona merah di level 146,922.

Sentimen keputusan WHO yang menetapkan virus corona sebagai pandemik global memicu kepanikan pelaku pasar. ISSI yang tertekan sempat terseret ke level terendah di 142,361.

Kepanikan terlihat pada para pemburu saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 29,346 poin (5,41%) ke level 512,958.

Koreksi tajam juga dialami indeks JII70 yang terpangkas 10,033 poin (5,54%) ke level 171,174.

Sentimen negatif yang memicu aksi keluar pasar modal dari investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG sampai terhempas dari level psikologis 5000.

IHSG hari ini menutup perdagangan dengan koreksi 258,357 poin (5,01%) ke level 4.895,748.

5 dari 5 halaman

Saham Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral membara. Pelemahan terbesar terjadi di indeks industri dasar yang terpangkas sampai 8,47 persen. Disusul sektor pertanian 5,71 persen, pertambangan 5,60 persen, dan keuangan 5,44 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham-saham lapis dua. Emiten GHON menjadi top gainer saham syariah dengan kenaikan Rp270, BUKK Rp80, SIPD Rp80, PNSE Rp74, dan PICO Rp68.

Sementara bluechips syariah ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar. Top losser saham syariah dipimpin INTP yang terkoreksi Rp1.350, UNTR Rp1.100, AALI Rp750, ITMG Rp725, dan TPIA Rp700.

Dari pasar uang, dolar AS masih berkuasa. Pada 16.29, kurs dolar AS naik 167 poin (1,15%) ke level Rp14.541 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar