Dorong Ekonomi Syariah, Ini Beda Jurus Jokowi VS Prabowo Subianto

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 13 April 2019 23:27
Dorong Ekonomi Syariah, Ini Beda Jurus Jokowi VS Prabowo Subianto
Masing-masing membuat program unggulan untuk memajukan ekonomi syariah.

Dream - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 telah mempersiapkan program unggulan untuk memacu perekonomian syariah. Saat ini, Indonesia memang tercatat sebagai salah satu pemain utama industri halal dunia.

Program unggulan tersebut disampaikan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menjawab pertanyaan panelis Debat Capres terakhir yang digelar di Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.

Capres Nomor Urut 01, Joko Widodo menyatakan Indonesia memang memiliki kekuatan besar di bidang keuangan syariah. Hal ini tak lepas dari posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.

" Kita tahu bahwa indonesia dinobatkan nomor 1 wisata halal. alhamdulillah. dan juga sebentar lagi kita akan membuka halal park di dekat GKB (Gelora Bung Karno-red)," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo.

Maruf Amin menambahkan pemerintah saat ini sudah berupaya mengembangkan ekonomi keuangan syariah dengan membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Lembaga ini dipimpin langsung Presiden untuk mendorong Indonesia menjadi pusat keuangan syariah di dunia.

" Oleh karnea itu kita memperkuat posisi lembaga keuangan dengan penguatan kelembagaannya," ujar dia.

Program lain yang diusung pasangan nomor 01 juta adalah peningkatan pelayanan melalui teknologi finansial (Fintech) dan melahirkan produk yang lebih ramah pasar. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan menjadi fokus Jokowi-Maruf Amin.

" kami ingin mendorong agar industri halal. Sesuai visi misi kami akan kami stimulus bukan hanya untuk dalam negeri tapi juga luar negeri," kata Maruf sekaligus mengungkapkan jika standarisasi halal Indonesia sudah menjadi standar halal dunia.

Sementara pasangan nomor urut 01 menilai posisi Indonesia di peringkat 10 dalam Global Islamic Economic Index sebetulnya masih bisa lebih baik.

" Padahal kita negara muslim terbesar, mestinya bisa memberi rangking lebih baik," ujar Cawapres nomor urut 02, Sandiaga.

Dia juga menyayangkan posisi Indonesia yang berada dalam peringkat keempat negera pengimpor produk ekonomi syariah dunia. Menurut Sandaga, Indonesia seharisnya bisa memposisikan diri sebagai produsen produk-produk halal.

Sandiaga menilai kuncu dari pengembangan ekonomi syariah Indonesia terletak pada penciptaan ekosistem yang komprehensif dan menyeluruh.

" Kami yakin produk-produk halal kita bisa merajai, jangan kita terus dibanjiri produk-produk impor. Ekosistem itu kita sndingkan dengan entrepreneurship. Industri halal itu bukan sertifikasi, labelisasi atau standar tapi lebih besar dari itu. Kita harus bisa menciptakan yang lebih besar untuk anak-anak kita," ujar Sandi.

Prabowo Subianto menambah jika potensi ekonomi syariah sangat besar dapat dilihat dari tabungan calon jemaan haji. Sayangnya, saat ini masih ada keraguan dari masyarakat terkait pengelolaan dana-dana tersebut.

" Kami ingin membentuk bank tabungan haji. Potensi tersebut dikelola secara modern, syariah, efisien dan transparan. Dana itu bisa benar-benar bermanfaat untuk umat dan tidak disalahgunakan kepentingan lain," tegas Prabowo.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian