Ekonomi Melambat, Dua Provinsi Ini Paling Menderita

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 29 Mei 2015 08:32
Ekonomi Melambat, Dua Provinsi Ini Paling Menderita
Dunia tengah dirundung masalah. Indonesia termasuk salah satu yang menderita akibat perlambatan ekonomi ini.

Dream - Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2015 tidak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan dunia lain, ekonomi bahkan hampir bergerak turun.

Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas, negara-negara yang kuat secara ekonomi seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Inggris dan Cina mencatat pertumbuhan ekonomi kurang dari lima persen hingga akhir Maret 2015.

Ekonom PT Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy seperti dikutip Dream, Jumat, 29 Mei 2015, menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi di setiap negara terjadi seiring harga komoditas yang beredar di pasaran. Komoditas utama dunia seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah, karet dan migas tercatat terus menurun.

Dalam catatan Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan mencatat, harga komoditas tersebut anjlok hingga 30 persen sejak pembukaan 2001 hingga penutupan April 2015.

Leo menduga penurunan harga tersebut juga dipengaruhi jumlah persediaan yang menumpuk. Contohnya, selama periode 2013 sampai Oktober 2014 Libya, Nigeria, Irak, Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Rusia memiliki persediaan minyak mentah yang cukup besar.

Perlambatan ekonomi dunia inilah yang akhirnya berdampak langsung ke Indonesia. Selain merasakan pelambatan pertumbuhan ekonomi dan tingginya tingkat inflasi secara nasional, sejumlah wilayah penghasil minyak dan batu bara terbanyak di Indonesia mendapat dampak paling besar.

“ Wilayah seperti Kalimantan dan Sumatera itu paling menderita karena penurunan harga komoditas, mereka mengalami kontraksi,” ujar Leo.

Kalimantan selama ini memang terkenal sebagai pulau penghasil batu baru, Sementara Riau, sudah lama dikenal sebagai daerah yang memiliki kebun kelapa sawit paling luas di Indonesia.

Laporan: Kurnia R Yunita

Beri Komentar