Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Elon Musk/Shutterstock
Dream - Elon Musk, orang terkaya nomor satu dunia saat ini menjawab tantangan organgsi Pangan Dunia (WFP) yang mengajaknya berdonasi mengatasi kelaparan. Musk menjawab tantangan tersebut dengan mengaku kesiapannya menyumbang uang senilai US$ 6 miliar, atau sekitar Rp85,7 Triliun.
Elon mengaku akan segera melepas sahamnya di Tesla dan hasil penjualannya didonasikan ke WFP untuk membantu krisis kelaparan dunia.
Tantangan itu sendiri datang dari David Beasley, direktur Program Pangan Dunia (World Food Program) PBB yang menyebut akun Musk di Twitter bulan lalu.
Beasley menantang Musk untuk menyumbangkan sebagian dari kekayaannya demi membantu mengatasi krisis kelaparan global.
“ Selamat kepada @elonmusk karena melewati @JeffBezos sebagai orang terkaya di dunia," tulis Beasley, melalui akun Twitter resmi @WFPChief, Selasa, 19 Oktober 2021.
“ Elon, untuk merayakan hal itu, saya menawarkan Anda kesempatan sekali seumur hidup: bantu kami menyelamatkan 42 juta orang dari kelaparan hanya dengan 6,6 miliar dollar AS!! Penawaran segera berakhir,” kata Beasley.
Melihat tantangan tersebut, Musk merespon melalui akun Twitter pribadinya dengan menawarkan donasi senilai US$ 6 miliar dengan cara menjual sahamnya.
Namun, dengan catatan Program Pangan Dunia PBB dapat membeberkan dengan jelas bagaimana dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan krisis kelaparan global.
" Jika WFP dapat menjelaskan di utas Twitter ini dengan tepat bagaimana 6 miliar dollar AS akan mengatasi kelaparan dunia, saya akan menjual saham Tesla saat ini," tulis Musk, Minggu, 31 Oktober 2021 kemarin.
“ Tapi (laporannya) harus transparan, sehingga publik dapat melihat dengan jelas bagaimana uang itu dipergunakan,” lanjutnya.
Beasley kemudian meyakinkan Musk bahwa Program Pangan Dunia PBB memiliki sistem transparansi dan akuntansi open source. Menurut Beasley, ia dan timnya dapat meninjau dan bekerja dengan pihak Musk agar benar-benar yakin akan transparansi tersebut.
Jika Musk menjual saham Tesla senilai 6 miliar dollar AS untuk memberikan sumbangan, hal ini akan menjadi sumbangan amal terbesar yang pernah ia lakukan.
Sumber: Nbcnews
Dream – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memang dikenal kerap melontarkan cuitan-cuitan sarkasme di media sosial khususnya Twitter. Kali ini, sasarannya jatuh kepada CEO Apple, Tim Cook.
Hal ini terjadi saat peluncuran toko baru Apple di kota Istanbul, Turki yang diunggah oleh Tim.
Sony Indonesia Hadirkan Lensa Evolusi Terbaik
Dikutip dari Livemint, Selasa 26 Oktober 2021, pada Jumat lalu, Tim mengumumkan pembukaan toko baru di Istanbul melalui Twitter yang memperkenalkan toko barunya di Istanbul, Turki, yaitu Apple Bagdat Caddesi.,
“ Kami senang menjadi bagian dari komunitas yang dinamis dan kami tidak sabar untuk menyambut pelanggan di ruang baru yang spektakuler ini,” cuit Tim.
Elon Musk pun menanggapi cuitan tersebut dengan mengatakan, “ kunjungi toko untuk melihat salah satu penawaran terbaru Apple”. Penawaran yang dimaksud adalah Apple Cloth seharga US$19 atau sekitar Rp270 ribu.
Seperti yang diketahui, baru-baru ini Apple merilis kain lap yang daftarkan sebagai Polishing Cloth. Terbuat dari bahan non-abrasif, kain ini dapat dibeli di India seharga Rp270 ribu. Yap, sebuah harga yang fantastis untuk selembar kain lap.
Data Terintegrasi Turut Tentukan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing
Meski handuk microfiber ini memiliki logo Apple, belum jelas bagaimana Apple Polishing Cloth berbeda dari kain lap pada umumnya yang dijual lebih murah daripada harga yang ditawarkan perusahaan raksasa itu.
Cuitan Elon mengenai kain lap tersebut langsung menjadi perbincangan warga Twitter yang mengatakan bahwa dirinya secara terang-terangan menyindir Apple.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Dream – Bukan rahasia bahwa Elon Musk menyukai meme. Miliarder ini sering mengunggah meme di Twitter untuk 61 juta pengikutnya.
Dikutip dari CNBC, Selasa 26 Oktober 2021, warganet juga kerap sebal dengan Elon Musk karena mencuit meme tanpa menyertakan sumbernya. Kondisi ini menguntungkan bagi seorang wanita bernama Eva Beylin.
Diklaim Satu-Satunya! Pria AS Jual Pelat Nomor Mobil Senilai Rp340 M
Beylin mengaku senang karena memenya diunggah oleh Musk. Dia merasa senang bos Tesla itu mengunggah meme editannya di Twitter pada Kamis minggu lalu.
“ Hadiah terbesar dalam memeologi adalah ‘penguasa’ meme utama menggunakan karyamu,” kata Beylin kepada CNBC.
Gambarnya ini dinamai dengan “ Loven in Time of Web3”. Gambar tersebut menampilkan dua pasangan yang mengagumi harga bitcoin dan ether. Terlihat harga bitcoin bisa menembus US$64.900 (Rp923,37 juta) dan ether US$4.200 (Rp59,75 juta).
Karena mendapatkan banyak perhatian, Beylin mendaftarkan meme itu sebagai NFT atau nonfungible token di marketplace Zora. Dua hari kemudian, meme itu laku senilai 5 ether atau US$19.800 (Rp281,7 juta). Penjualnya pun tak diketahui namanya alias anonym.
Memang ide Beylin untuk membuat meme tentang bitcoin itu. Tapi, sebenarnya bukan dia yang mendesain gambar animasi kartun itu. Wanita ini hanya mengedit meme itu menjadi versinya.
Beylin hanya terinspirasi membuat meme ketika melihat cuitan yang mengedit meme dengan harga mata uang kripto dan dicuit di Twitter. Diketahui pengguna itu bernama @shegenerates.
Nelayan Baru Melaut Dapat Ratusan Ikan Langka, Mendadak Jadi Miliarder
Wanita ini memberikan kompensasi 20 persen kepada warganet bernama @shegenerates. Dia tak keberatan Beylin menggunakan editan gambarnya.
Hingga kini, Beylin mengaku tak tahu siapa pencipta gambar kartun pasangan kekasih itu. Sekadar informasi, belum ada hukum yang kuat di dunia NFT. Tak disebutkan jelas juga soal aturan copyright.
Pembeli meme “ Love in The Time of Web3” telah mendaftarkan kembali dengan harga 69,42 ether atau US$275 ribu (Rp3,91 miliar). Sudah ada yang menawar meme itu dengan harga 6,94 ether atau US$27.500 (Rp391,2 juta). Kalau laku, nanti Beylin akan mendapatkan royalty sebesar 15 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya