Emiten Komoditas Jaga Indeks Syariah di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 Desember 2014 16:26
Emiten Komoditas Jaga Indeks Syariah di Zona Hijau
Pemodal asing yang melakukan aksi jual di awal perdagangan pun berbalik berbelanja saham di lantai bursa Indonesia.

Dream - Bursa saham Indonesia selamat dari pelemahan setelah muncul aksi jual jelang penutupan perdagangan. Indeks saham acuan memilih bertahan di zona hijau mengikuti tren bursa di kawasan Asia.

Pemodal asing yang melakukan aksi jual di awal perdagangan juga ikut berbalik berbelanja saham di lantai bursa Indonesia.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 4 November 2014, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) menguat 11,11 poin ke (0,22%) ke level 5.177,16.

Dibuka menguat tipis, IHSG sempat tergusur ke zona merah dengan mencetak level terendah di 5.160,78.

Laju positif IHSG kali ini didukung oleh penguatan harga saham dari 179 emiten. Sebaliknya, 146 emiten mencoba menahan laju positif IHSG sedangkan 83 lainnya memilih stagnan.

Transaksi jual beli saham berjalan normal dengan 77,42 juta saham yang beralih tangan. Aksi ini membuat pasar modal Indonesia dipenuhi aliran dana hingga Rp 5,95 triliun.

Emiten keuangan menjadi satu-satu indeks sektor saham yang longsor ke zona merah usai melemah 0,37 persen. Sebaliknya, dua emiten komoditas yaitu pertanian dan pertambangan menguat signifikan masing-masing 1,97 persen dan 1,89 persen.

Aksi jual saham jelang penutupan perdagangan juga melanda saham-saham syariah. Beruntung, adanya perlawanan dari sebagian penghuni indeks syariah membuatnya mampu bertahan di zona hijau.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 0,85 poin (0,52%) ke level 167,22.

Sebanyak 113 emiten melaju di zona hijau sementara 88 lainnya melemah. Aksi jual beli saham syariah melibatkan 57,88 juta saham dengan nilai mencapai Rp 4,33 triliun.

Sama seperti IHSG, indeks syariah juga sempat tertekan dan melaju di zona merah. ISSI mencetak level terendah di 166,36 dan tertinggi di 168,07.

Nasib berbeda justru dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Bergerak seharian di zona hijau, JII menguat 4,95 poin (0,73%) ke level 686,69.

Kenaikan ini tak terlepas dari menguatnya harga saham dari 21 emiten unggulan syariah. Emiten tambang menjaga JII terus bergerak di zona hijau.

Pencetak kenaikan harga saham tertinggi di jajaran JII kali ini adalah SILO yang menguat Rp 625, PTBA Rp 600, UNTR Rp 500, ITMG Rp 375, dan AALI Rp 300 per saham.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia menutup perdagangan di zona hijau. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini bergerak menguat 1,72 persen dan 0,94 persen.

Kurs rupiah yang sempat jatuh ke level 12.300 juga mulai melawan tren pasar. Meski relatif flat, Rupiah menguat 1 poin (0,01%) ke level 12.293 per dolar AS.

Beri Komentar