Berhenti Jadi Polisi karena Cabai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 Desember 2018 11:15
Berhenti Jadi Polisi karena Cabai
Keuntungannya tak kalah menggiurkan.

Dream – Tak ada yang lebih menyenangkan daripada bekerja dengan skuat. Misalnya, empat sekawan ini. Mereka memutuskan untuk bekerja sama membangun pertanian cabai.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis 13 Desember 2018, seorang pria bernama Mohd Safri Mahmud, mulai menanam cabai di lahan sempit dekat rumahnya setahun yang lalu. Kini, tanaman cabainya sudah mencapai 1.800 batang.

Melihat tanaman cabainya tumbuh cukup baik, Safri memanggil tiga sahabatnya, Mohd Amiludin, Mohd Irfan, dan Mohd Shafiq, untuk berdiskusi terhadap bisnis cabai.

Ketiga rekan Safri ini meninggalkan pekerjaannya sebagai polisi, desainer grafis, dan karyawan pabrik, untuk bersama-sama mengembangkan bisnis cabai.

Kepada Kampusuol, Safri mengatakan, dengan modal 20 ribu ringgit (Rp69,77 juta), empat sekawan ini bisa membeli peralatan pertanian dan bibit cabai. Mereka juga menanam 4 ribu tanaman cabai di lahan seluas 0,3 hektare di Kampung Musa, Kedah, Malaysia.

1 dari 1 halaman

Keuntungannya wow

Safri menggunakan metode fertigation karena bisa menghemat waktu dan tempat. Plus, konsumsi airnya bisa dipangkas 30-50 persen dengan teknik itu.

“ Sistem penyiraman yang efisien memastikan semua tanaman cabai mendapatkan air dan nutrisi yang cukup,” kata dia.

Menurut Safri, cabai yang dihasilkan adalah cabai yang mengkilap, panjang, dan berat.

Safri dan kawan-kawan ini memperkirakan setiap tanaman bisa menghasilkan dua kilogram cabai. Per kilognya, dijual seharga 7-10 ringgit (Rp24.420-Rp34.886).

Kalau mereka siap memanen cabai pertama dalam dua minggu dan menjual 8 ton cabai ke pedagang besar, empat serangkai ini akan menghasilkan 60 ribu ringgit (Rp206,32 juta).

Beri Komentar