Sosok Royke Tumilaar, Dirut Baru Bank Mandiri

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 Desember 2019 14:36
Sosok Royke Tumilaar, Dirut Baru Bank Mandiri
Pengesahan Royke Tumilaar sebagai Dirut Bank Mandiri akan dilakukan dalam RUSPLB.

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, akan mengangkat Royke Tumilaar sebagai direktur utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Royke akan menggantikan Kartiko Wirjoatmodjo yang diangkat menjadi wakil menteri BUMN.

“ Dari Pak Erick, Dirut Mandiri Royke Tumilaar," ucap Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada merdeka.com di Jakarta, dikutip pada Senin 9 Desember 2019.

Penunjukan Royke Tumilaar akan disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri yang dijadwalkan berlangsung hari ini sekitar pukul 14.00 WIB.

Royke merupakan sosok internal dari Bank Mandiri. Sebelumnya, Royke menjabat sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Mengutip laman Bank Mandiri, Royke meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987. Pria kelahiran tahun 1964 itu melanjutkan pendidikan Master of Business Finance di University of Technology Sydney dan lulus tahun 1999.

Royke Tumilaar bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri. Jabatan terakhirnya kala itu adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, Royke mendapat promosi menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada bulan Mei 2010, beliau menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Pada bulan Mei 2011, beliau diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management. Saat ini beliau tidak memegang jabatan direktur di perusahaan publik lain.

1 dari 6 halaman

Chatib Basri Jadi Wakil Komut Band Mandiri

Selain Royke, Erick juga mengangkat Muhammad Chatib Basri menjadi wakil komisaris utama PT Bank Mandiri Tbk. Penunjukan ini akan diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Senin 9 Desember 2019.

”Saya bersyukur Pak Chatib Basri mau masuk dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri, Mantan Menteri dengan reputasi yang sangat baik mau berkeringat ikut membenahi BUMN. Semoga menjadi sinyalemen positif bagi Bank Mandiri,” jelas Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Minggu dikutip dari Liputan6.com.

Dengan masuknya Chatib Basri dalam jajaran pimpinan Bank Mandiri ini, Erick berharap mampu meningkatkan kinerja Bank Mandiri secara nasional serta menjadikannya sebagai pemain financial services yang disegani di Asia Tenggara.

”Ini sebuah kehormatan buat saya. Menjadi Wakil Komisaris Utama di bank sebesar Mandiri bukanlah hal yang mudah, ini sekaligus sebuah tantangan. Apalagi Pak Menteri meminta fungsi Komisaris saat ini betul-betul dijalankan dengan baik," ujar Chatib.

Dia berharap kinerja Mandiri terus meningkat dan bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

2 dari 6 halaman

Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Harley

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bertemu denan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia pada Sabtu 7 Desember 2019. Mereka membahas tindak lanjut pemecatan Ari Ashkara dari kursi Direktur Utama maskapai pelat merah tersebut.

" Pertemuan tersebut menyepakati pemberhentian sementara waktu bagi seluruh anggota Direksi yang terindikasi terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton," demikian pernyataan tertulis Kementerian BUMN yang diterima Dream.

Dewan Komisaris akan mengangkat pelaksana tugas untuk jabatan Direksi yang diberhentikan sementara tersebut pada kesempatan pertama. Sebelumnya, Dewan Komisaris Garuda telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor: DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. 

Erick meminta Komite Audit agar tetap melakukan investigasi lanjutan terhadap kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan ferry flight pesawat Garuda Indonesia GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada 17 November di Soekarno-Hatta Cengkareng.

Terkait kasus ini, Erick berpesan agar seluruh karyawan Garuda Indonesia dapat menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak terganggu dengan adanya restrukturisasi. " Saya minta seluruh karyawan Garuda Indonesia tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para penumpang pesawat," kata Erick Thohir.

 

3 dari 6 halaman

Fuad Rizal Diangkat Pelaksana Tugas Dirut Garuda Indonesia

Dream - Direktur Keuangan dan Managemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal, dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Keputusan itu dibuat Dewan Komisaris Garuda Indonesia No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019.

Keputusan tersebut diambil setelah Menteri BUMN, Erick Thohir, membebastugaskan Ari Askhara dari jabatan Dirut. Ari diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dalam kargo pesawat Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia yang baru dibeli.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, mengatakan Fuad akan bertugas hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar.

" Plt Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan," ujar Ikhsan melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat 6 Desember 2019.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan Garuda akan melaksanakan segala hal untuk penyelenggaraan RUPSLN sesuai Anggaran Dasar dan peraturan yang terkait.

" Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku," ucap dia

 

4 dari 6 halaman

Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

 

 

5 dari 6 halaman

Siasat Sang Dirut Beli dan Angkut Moge Harley Pakai Pesawat Baru Garuda

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan motor Harley Davidson Shovelhead yang diangkut pesawat Garuda GA 9721 diduga milik salah satu pegawainya berinisial AA. Hal itu diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan komite audit. 

" Komite audit disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor HD diduga milik saudara AA," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Dari hasil penelusuran tersebut, Erick selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia memutuskan untuk memecat Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Inisial AA yang disebutkan menteri BUMN sama dengan sapaan Ari Ashkara yang merupakan nama pendek dari Dirut Garuda tersebut.

Menurut Erick, diangkutnya motor Harley menggunakan pesawat yang baru didatangkan Garuda ini berasal saat AA memberikan instruksi ke anak buahnya untuk mencari Harley Davidson Shovelhead tahun 1970.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud saat motor yang dicarinya akhir ditemukan. Proses pembelian motor klasik itu terjadi pada April 2019.

Dalam menjalankan transaksinya, uang pembelian motor oleh AA itu ditransfer melalui rekening pribadi SAS yang menjabat Senior Finance Manager Garuda.

" Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," kata dia.

Setelah dana diterima, AA meminta bantuan seseorang berinisial IJ untuk proses pengiriman Harley Davidson Shovelhead tersebut.

”Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini," kata dia.

 

 

6 dari 6 halaman

Dipecat Menteri BUMN

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang biasa disapa Ari Askhara. Pemecatan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson tipe Shovelhead.

“ Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 November 2019.

Pemecatan akan dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia. Untuk menjalankan operasional perusahaan, Kementerian BUMN akan segera menunjuk pelaksana tugas dirut.

“ Kami akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini,” kata dia.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian