Fakta Mengejutkan Baru dari Penyelundupan Harley di Pesawat Baru Garuda

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 7 Desember 2019 08:01
Fakta Mengejutkan Baru dari Penyelundupan Harley di Pesawat Baru Garuda
Selain motor Harley dan Brompton, ada kejutan soal penumpang di pesawat.

Dream - Fakta seputar penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut menggunakan Garuda Indonesia membawa kabar mengejutkan. Kali ini datang dari Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga.

Diketahui motor berharga ratusan tersebut milik pegawai berinisial AA. Santer beredar inisial tersebut adalah Ari Askhara yang merupakan orang nomor satu di PT Garuda Indonesia Tbk.

Menurut Arya, hasil komite audit menunjukan pesawat Airbus 330-900 tersebut mengangkut AA dan jajaran direksi lain. Namun, keempat direksi yang terbang di hari tersebut tidak dapat izin terbang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

" Menurut komite audit, ke-4 direktur ini tidak dapat izin dinas dari Kemenhub, itu I Gusti Ngurah Askhara, Iwan Juniarto, Mohammad Iqbal, dan Heri Akhyar," ujar Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jumat, 6 Desember 2019 dikutip dari laman Liputan6.com.

Arya mengatakan tindakan keempat direksi tersebut melanggar Surat Edaran Menteri BUMN.

Dia menambahkan, kementerian BUMN bisa saja merombak jajaran direksi untuk mengevaluasi kinerja perusahaan ke depan.

Diungkapkannya, Kementerian BUMN juga banyak menerima keluhan tentang perilaku pada pekerja maskapai penerbangan nasional tersebut. Untuk itu, perombakan bisa saja dilaksanakan.

" Kita masih evaluasi total Garuda Indonesia. Laporan banyak mengenai perilaku kepada para pekerja, dan ini harus ada evaluasi keuangan," imbuhnya.

1 dari 5 halaman

Ini Penampakan dan Harga Moge Harley Davidson Milik Sang Dirut Garuda

Dream - Motor gede Harley Davidson classic tipe Shovelhead di 2018 tengah jadi perbincangan publik. Sepeda motor ikonik dari Amerika Serikat ini jadi sorotan setelah dibawa secara ilegal di dalam pesawat baru milik PT Garuda Indonesia Tbk.

Publik semakin syok karena pemilik motor mahal tersebut pegawai berinisial AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, sang direktur utama dari maskapai pelat merah tersebut.

Bagi para biker, Harley Davidson adalah simbol kemapanan. Hanya orang yang berkantong tebal yang bisa menunggangi kendaraan roda dua ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers kemarin menyebutkan, Harley Davidson Shovelhead termahal ditaksir bisa mencapai Rp800 juta.

 Harley Dirut Garuda by Liputan6

" Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200juta sampai dengan Rp800juta per unitnya," ujar Sri Mulyani dikutip dari laman Liputan6.com.

Selain Harley, petugas Bea Cukai juga menemuka sepeda Brompton di dalam bagasi penumpang pesawat anyar itu. Sepeda ini merupakan ikon dari roda dua dari Inggris.

Pemilik sepeda ini tentu bukan orang sembarangan. Yang berminat harus bersedia mengeluarkan uang antara Rp50 juta-60 juta untuk bisa memiliknya.

 

2 dari 5 halaman

Dibawa dengan Cara Dipreteli

Motor Harley Davidson milik Dirut tersebut dibawa bukan dalam bentuk utuh. Tim Bea Cukai menemukan beberapa onderdil atau spare part langka keluaran 1970-an yang dibawa oleh maskapai Garuda Indonesia dari Prancis ke Indonesia itu.

Barang bukti selundupan tersebut dikemas dalam 18 kardus berwarna cokelat. Dalam kardus, terlihat tangki bensin, ban, knalpot, perangkat mesin, jok tempat duduk, boks samping kiri dan kanan serta rem cakram.

Salah satu Pegawai Direktorat Bea Cukai yang enggan disebutkan namanya mengatakan, barang tersebut dimasukkan untuk menghindari pembayaran bea masuk. Barang tersebut merupakan barang bekas.

" Itu barang selundupan, semuanya barang bekas. Makanya tidak boleh," ujarnya di Kemenkeu dikutip dari laman Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

4 dari 5 halaman

Dirut Garuda Indonesia Dipecat Sang Menteri

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

5 dari 5 halaman

Hasil Pemeriksaan Auditor

Pemecatan dijatuhkan pada Ari Ashkara dilakukan karena diduga motor Harley Davidson itu milik Ari Ashkara. Erick mengatakan, dugaan itu didapat dari hasil pemeriksaan komite audit.

" Bahwa dari komite audit di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA," kata dia. 

Menurutnya, pembelian Harley Davidson Shovelhead itu dilakukan pada April 2019 dibantu oleh IJ.

" Sementara proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance Manager Garuda di Amsterdam," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir