CONNECT WITH US!

Fenita Arie: Air Panas, Galau, dan Keputusan Berhijab

Reporter : Gladys Velonia | Jumat, 12 Januari 2018 20:55
(Foto: Instagram Fenita Arie)
Nazar itu sudah terucap. Tapi galau sering melanda. Sampai akhirnya, di tahun baru, hidaya dijemputnya. Inilah kisah Fenita Arie hijrah dengan berhijab.

Dream - Perempuan itu lama mengurung diri di kamar. Hatinya berkecamuk. Galau sekaligus ada rasa malu. Padahal di bawah semua keluarga sudah menunggu. Hendak konvoi ke kota Paris van Java, Bandung.

Tak biasanya dia bimbang. Dia sulit menentukan pakaian untuk dipakai. Sehari-hari dia tampil cantik. Dengan rambut sepundak yang dibiarkan terurai.

Tapi kali ini hatinya berontak. Kalimat nazar pada November 2017 sudah terucap. Perempuan itu mengucap janji pada Sang Pencipta ingin mengenakan hijab. Menyempurnakan diri sebagai muslimah. Menunda-nunda selama ini jadi pembenaran.

Di hari itu, tepat di awal 2018, perempuan itu membuat keputusan. Dia keluar dari kamar. Penampilannya sudah berubah. Dia mengenakan hijab. Penampilan yang membuat keluarga yang sedari tadi menunggu terkejut.

Dialah Fenita Jayanti. Wajahnya wara-wiri di layar televisi. Tersohor sebagai presenter infotainment. Program acara yang mengupas gosip di dunia selebriti.

Seperti layaknya berita gosip, kabar Fenita berhijab juga cepat menyebar. Inggahan sang suami yang juga artis, Arie Untung jadi pembocor. Semua ikut terkejut. Netizen, produser, fans tak ada yang menyangka. Presenter yang dilihatnya selama ini telah berubah penampilan. Tampil anggun berhijab.

Keputusan wanita kelahiran Palembang 31 Agustus untuk berhijab tak datang begitu saja. Ibu tiga anak itu melalui pergulatan batin panjang. Selama dua tahun. Dilanda bimbang saat keinginan berhijab datang.

Inilah kisah perjalanan Fenita Arie menuju hijab seperti diceritakannya pada Reporter Dream, Gladys Velonia menghubunginya lewat telepon:

Assalamualaikum mbak Fenita Arie. Kabarnya sudah berhijrah?

Walaikumsalam. Hehehe iya mbak, baru beberapa hari sih. Doakan saja.

Bagaimana prosesnya sampai mantap berhijrah?

Selama 1-2 tahun ini memang ada pikiran buat kesana (hijrah). Cuma tidak segampang itu juga. Proses pembelajaran dulu. Kebetulan kemarin setelah selesai kontrak di acara infotainment, memang cepat sih aku putuskan buat berhijab. Karena aku berpikiran, habis kontrak mau stop saja karena mau coba buat berhijab, sekalian belajar.

Sekitar November kemarin memang nazar, kalau kontrak sudah beres mau benar-benar berhijab. Tapi aku lupa selesai kontraknya kapan, pas tanya ke bagian talent, ternyata selesainya akhir Desember. Ditawarin perpanjang kontrak, aku yang ntaran deh. Kaget juga sih karena ternyata cepat banget, aku mikir apa emang disuruh buat lebih cepet lagi berhijabnya. Aku mikir semingguan, memang ini jalannya kali dipercepat.

Jadi aku stop karena mau nunggu apalagi? Ada kejadian pula aku kesiram air panas lah, apalah. Itu yang membuatku berpikir apakah ini teguran karena tidak bisa menebak jalan takdir dari Allah. Keluar dari rumah sakit, aku bilang ke produser tidak mau perpanjang kontrak karena Insya Allah mau belajar berhijrah.

Respon kerabat dan kru?

Kaget, karena terlalu cepat ya. Kebetulan kontrak habis, kalau perpanjang lagi dan menunggu setahun lagi (buat hijrah), kayaknya kelamaan. Jadi mudah-mudahan ini memang sudah jalannya. Karena alasanku buat berhijrah, teman-teman dan kru semua nggak menghalangi, mereka dukung keputusanku.

Meskipun berat juga ya karena aku delapan tahun di sana. Sama-sama berat lah, dari akunya berat buat ninggalin, dari tim acara itu juga berat karena harus nyari orang baru kan. Makanya pas perpisahan di tanggal 30 Desember sama-sama nangis. Tapi Alhamdulillah support dari keluarga, Mas Arie, mereka menguatkan aku.

 Fenita Arie Lapsus

Langsung berhijab setelah keluar?

Sebenarnya aku berpikiran, agak nantilah berhijabnya. Tiba-tiba pas awal tahun, persis tanggal 1 karena kita tidak tahun baruan, cuma di Bandung saja sekalian syuting. Pas paginya itu mau ke Bandung, aku kok rasanya mau coba pakai saja. Mikirnya mungkin masih pakai-lepas, pakai-lepas lagi. Tapi pas tanggal 1 itu ya sudah, tunggu apalagi pakai aaja.

Kebetulan aku kan sekalian syuting, pas kutanya apakah bermasalah syuting tapi akunya berhijab? Ternyata mereka welcome, nyiapin bajunya yang berhijab. Aku selama belajar ini kan sudah mulai ngumpulin baju-baju hijab, semua kerudung mulai punya beragam warna, bisa dibilang persiapan perangnya sudah lumayan banyak. Jadi, kemarin aku nyiapin baju sendiri, pihak syutingnya juga nyiapin.

Kenapa tiba-tiba mantap berhijab? Awalnya seperti apa?

Kayak nunggu apalagi, sudah dikasih nikmat yang luar biasa, Sudah punya anak-anak, punya semuanya. Mas Arie juga lagi kencang belajar agama. Dia sebagai imam sudah Alhamdulillah-lah. Terus aku mikir kalau dia saja sudah gitu, masa aku tidak belajar juga sih.

 Fenita Arie Lapsus

Sempat merasa galau?

Banget. Aku sampai ikut kajian-kajian, nonton kajian-kajian ustaz juga di Youtube. Pingin tahu saja karena kadang kan tiap manusia punya pembenaran diri, memang harus ya perempuan berhijab, hati bertentangan.

Aku tanya ustaz, aku dengerin tausiyah mereka, semuanya tidak ada yang bilang perempuan boleh tidak berhijab, semua mengatakan wanita Muslim itu wajibnya berhijab.

Terus itu juga untuk memudahkan para lelaki disekitarmu untuk masuk surga. Tidak ada yang bilang berhijab itu buruk, malah dengan berhijab juga ada manfaat yang kita ambil, lebih terhormat. Banyak banget deh manfaatnya

Sampai sholat minta petunjuk?

Oh iya pasti. Aku yang masih beneran tidak sih, harus tidak sih. Mas Arie juga bilang kalau mau berhijab itu jangan karena orang lain, tapi harus karena Allah. Kan suka dibilangin sama orang-orang, kalau hijab itu hatinya dulu, baru auratnya. Pastinya kalau mau belajar agama semua harus dibenerin bukan cuma hati saja, semuanya harus komplit. Orang juga bilang nunggu hidayahnya saja. 

Hidayah itu tidak datang sendiri, harus dijemput. Karena keinginan berhijab itu tinggi dari hatiku, semua nikmat sudah dirasain. Mau nunggu apalagi, jadi ya sudah aku memutuskan di tanggal 1 Januari untuk mulai pakai.

 Fenita Arie Lapsus

Reaksi keluarga bagaimana?

Pas tanggal 1 itu kan semua keluarga pada kumpul di bawah, kita mau konvoi ke Bandung. Terus aku lama di atas, masih galau mau pakai tidak ya, aku juga malu, rasanya gimana gitu. Tapi ya sudah Insya Allah ini kan keluarga, orang terdekat yang lihat. Aku coba terus turun, pada bilang Alhamdulillah semua. Terus ditanya juga, 'Yakin tidak? Bagus kok. Kalau butuh apa-apa, sambil belajar nanti kita bantu'. Ya sudah Alhamdulillah dapat respon kayak gitu.

Reaksi Mas Arie?

Aku belum posting kan, Mas Arie doang tuh. Dia sih yang terlihat benar-benar menyambut positif karena dia emang beberapa kali bilang tidak mau maksa aku, tunggu aku siap. Begitu aku berhenti dari acara infotainment itu dia juga kaget, karena takut aku berubah keputusan terus nyesel. Dia tidak mau aku kayak gitu, dibalikkin ke aku terus. Jadi aku makin kuat ini (berhijab) bukan karena paksaan.

 Fenita Arie Lapsus

Mas Arie mulai giat belajar agama sejak kapan?

Emang 2 tahun ke belakang ini dari pergaulan juga ya. Dari situ dia ketemu teman-teman yang mengajaknya dengarkan tausiyah, datang ke kajian, nonton di youtube juga. Kita jadi bareng-bareng ikutan nonton kajian di youtube. Sama-sama belajar kalau ternyata selama inj kita tuh salah ya. Lebih ke Mas Arie duluan, aku ikut terpengaruh.

Mas Arie suka ketemu ustaz, aku dititipin buku tentang berhijab sama ustaz Felix Siauw. Terus juga Mas Arie ikutan tausiyahnya ustaz Bachtiar Nasir. Tapi momennya yang paling bikin hati Mas Arie tergerak di 212 itu. Udah makin mantap lah. Sudah umurnya juga, sudah banyak yang dilewatkan. Dunianya sudah nikmat bangetlah, sekarang akhiratnya.

Ada rencana meninggalkan dunia keartisan nggak?

Belum ada kepikiran kesana karena mata pencaharian kita kan dari sana. Tapi kita mau menunjukan juga dengan kita berhijrah itu tidak nutupin kerjaan kok. Lihat ke depannya saja karena belum tahu juga bakal gimana. Di entertaint Indonesia tuh kayaknya masih mengotak-otakkan yang berhijab ya, tidak bisa bawain acara ini-itu.

Padahal artis-artis di Malaysia kan muslim juga dan banyak juga yang berkerudung tapi tidak menutup rezeki mereka di dunia entertain. Aku harap di Indonesia juga bisa gitu, kita bekerjanya yang sesuai dengan agama kita aja.

Gaya hijab yang paling disuka?

Aku sudah coba semua kerudung, sampai aku di Youtube lihat tutorial hijab. Yang pasti segi empat itu emang paling simpel, rapi. Apalagi aku masih gendong-gendong anak, jadi butuh yang simpel. Sejauh ini segi empat ya yang cocok.

 Fenita Arie Lapsus

Tertarik untuk berganti style? Misal pakai gamis?

Untuk baju aku belum yang gamis-gamis gitu, masih casual dulu. Karen masih adaptasi, aku jujur masih kayak mimpi. Ini beneran aku berhijab apa tidak? Jadi masih penyesuaian lah. Lebih banyak outer-outer gitu. Fashion hijab sekarang sudah tidak kalah kok. Banyak banget yang bagus-bagus. Fashion masih klop sama aku, masih gaya aku banget

Tanggapan dari teman yang berhijab?

Teman-teman yang punya usaha di bidang hijab, itu pada Whatsapp aku semua, ngasih aku hijab bukan buat endorse. Mau posting boleh, tidak posting juga tidak apa karena mereka niatnya mau ngasih. Alhamdulillah makanya aku berysukur banget dapet supoort banyak dari keluarga, teman dan orang yang tidak kukenal pun support.

Kalau tanggapan fans?

Kemarin kan sempet pada sedih aku sudahan nge-host di acara infotainment. Begitu aku berhijab, pada langsung bilang, 'Alhamdulillah emang feeling Mba Fenita mau berhijrah'. Aku kan belum posting ya cuma Mas Arie, itu aja ucapan selamat yang masuk ke DM Mas Arie sudah ribuan.

(Sah)

 

Cerita Seram Syuting Film TUMBAL - #MovieTalks Part 2