Terlalu Banyak Biji di Roti, Pembeli Ini Omeli Karyawan Toko

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 14 Agustus 2019 06:33
Terlalu Banyak Biji di Roti, Pembeli Ini Omeli Karyawan Toko
Pembeli tidak terima dan menuntut ganti rugi.

Dream – Keluhan pembeli atas barang yang tidak sesuai harapan mungkin terdengar wajar. Tetapi, untuk kasus keluhan satu ini, mungkin membuat kita memicingkan mata

Dikutip dari Metro, Rabu 14 Agustus 2019, karyawan toko Waitrose jadi korban omelan seorang pelanggan yang tidak terima ada banyak biji pada roti yang dibelinya. Pelanggan tersebut mengklaim jumlah biji di roti Seeded Bloomernya 800 gram lebih banyak dari biasanya.

Dalam catatan yang ditulis tangan, pelanggan itu mengeluh dengan mengatakan jumlah biji pada roti yang dibelinya seharga 1,49 poundsterling, setara Rp25.785 telah meningkat selama 2 bulan. Dia mengklaim hal ini merusak karakter roti.

“ Jumlah biji meningkat lebih dari 2 bulan. Karakter roti jadi berubah. Ini tidak bagus,” tulis pembeli ini.

1 dari 5 halaman

Mengomel 15 Menit

Perempuan ini mengomel kepada karyawan toko selama 15 menit. Dia tidak puas ketika diberi uang kompensasi dan mendesak Waitrose menanggapi keluhannya secara serius.

“ Saya cukup kaget dengan fakta dia makan setengahnya untuk memastikan,” kata seorang saksi.

Dia juga berkata pembeli ini tampak kesal karena rasa dan karakter rotinya berubah. “ Tampaknya dia membeli roti itu selama bertahun-tahun. Dia benar-benar terlihat sangat kesal,” kata saksi.

2 dari 5 halaman

Tanggapan Toko

Pihak Waitrose akhirnya memberikan tanggapan atas keluhan ini. Manajer Pemasaran Waitrose, Deborah Dyson, mengatakan satu-satunya perubahan yang dilakukan adalah menghilangkan minyak kelapa sawit berdasarkan permintaan konsumen.

“ Tapi, itu tidak mempengaruhi roti kami,” kata Dyson.

Dia juga membantah jumlah biji bunga yang berada di roti ini lebih banyak.

“ Kami mohon maaf kepada konsumen yang kurang senang. Kami punya bloomer cokelat dan putih yang bisa dicoba,” kata Dyson. 

3 dari 5 halaman

Jangan Simpan Roti Terlalu Lama, Ini Alasannya

Dream - Saat berpuasa, biasanya seseorang kehilangan nafsu makan, terutama saat sahur. Tapi, kamu bisa mengonsumsi makanan sehat yang lebih praktis seperti mengganti nasi dengan roti.

Sayangnya, roti tidak bisa disimpan terlalu lama, meskipun berada di kulkas. Biasanya masa kedaluwarsa roti hanya beberapa hari saja.

" Roti yang tidak menggunakan bahan pengawet hanya akan bertahan dua hari di kulkas," tutur Damien Koh, Co-Founder dan Managing Director Joe and Dough di Kota Kasablanka, beberapa waktu lalu.

Semakin lama disimpan, rasa dari roti akan menghilang dan teksturnya lebih lembap. " Kalau disimpan terlalu lama, cita rasanya akan menurun dan roti akan semakin alot," imbuh Dawn Wee, Co-Founder dan Marketing Communication Director Joe and Dough.

4 dari 5 halaman

Sama dengan Kue

Sama dengan berbagai jenis roti lainnya, cake pun hanya bisa disimpan selama 2 hari. Pastikan saat mengonsumsi roti atau cake, kondisinya masih segar. Jangan sampai malah menimbulkan masalah pencernaan.

" Tapi, tergantung dengan jenis kuenya. Kalau yang ada mousse-nya, dia akan split. Sedangkan yang sponge, akan dry. Kehilangan moist-nya," kata Damien.

Sedikit berbeda dengan jenis roti lainnya, croissant harus segera dimakan setelah dipanggang.

" Karena rasanya paling mudah menghilang. Jadi, harus dimakan secepatnya. Semakin hangat akan semakin baik," tutup Dawn.(Sah)

 [crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Sarapan Roti Tiap Hari Picu Kanker Payudara?

Dream - Kita selalu diingatkan untuk memulai hari dengan sarapan sebagai modal beraktivitas. Waktu yang sempit, biasanya membuat kita mengonsumsi makanan praktis seperti roti yang bisa dibawa ke mana pun.

Sampai saat ini pun, roti jadi salah satu menu sarapan favorit yang sangat praktis dan mengenyangkan. Tapi ternyata, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi roti setiap hari sebagai menu sarapan. Hal ini diingatkan oleh seorang pakar gizi Jepang, Hideo Makuuchi.

Menurut penelitian yang dilakukan Hideo, hanya makan roti saat sarapan bisa meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Itu karena, ia menemukan bahwa 80% dari pasien kanker payudara yang dirawatnya memiliki kebiasaan hanya makan roti untuk sarapan.

" Jenis roti yang banyak dikonsumsi saat ini mengandung banyak minyak dan gula yang membebani tubuh," kata Hideo seperti dikutip dari World of Buzz.

 

 

Menurutnya, kombinasi pati, minyak dan gula dalam roti sangat adiktif dan juga tinggi lemak. Kecanduan ini dapat menyebabkan " stress eating" , karena tubuh terbiasa dengan makanan berlemak tinggi dan otak terus-menerus mengirimkan sinyal untuk lebih banyak jenis makanan tidak sehat.

" Kondisi itu lama kelamaan bakal menjadi obesitas. Hal ini lah yang bisa meningkatkan faktor risiko kanker payudara secara signifikan," ungkap Hideo.

Ia pun menganjurkan untuk mengubah menu sarapan jadi lebih sehat. Menu telur, buah, dan nasi bisa jadi pilihan. (ism)

[crosslink_1]

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie