Tak Kuat Lagi Tahan Mules, Karier Si Masinis Kereta Cepat Terancam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 24 Mei 2021 10:34
Tak Kuat Lagi Tahan Mules, Karier Si Masinis Kereta Cepat Terancam
Ternyata ada aturan detail tentang situasi di mana masinis harus melapor ke petugas ruang kontrol saat hendak menggunakan toilet.

Dream – Masinis kereta cepat kedapatan meninggalkan kokpit saat kereta melaju pada kecepatan 150 km per jam. Si juru mudi kereta cepat tersebut ternyata sudah tak tahan lagi menahan rasa mules perutnya sehingga memutuskan pergi sebentar ke toilet.

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu 23 Mei 2021, kondektur kereta juga kedapatan mengemudikan kereta selama tiga menit saat armada ini melesat. Shinkansen ini diketahui mengangkut 160 orang penumpang.

Kejadian ini bermula ketika masinis berusia 36 tahun ini mengemudikan kereta Hikari bernomor 633. Dia pergi ke toilet setelah meminta kondektur untuk menggantikan tempatnya saat dia pergi. Ternyata, kondektur yang bersangkutan tak punya izin mengemudi kereta cepat.

Saat itu, kereta berada di antara Stasiun Atami dan Mishima di Perfektur Shizuoka.

“ Seorang masinis Shinkansen meninggalkan kokpit untuk pergi ke toilet saat kereta melaju dengan kecepatan 150 km per jam dan membawa 160 penumpang di pusat kota Jepang,” kata perusahaan Central Japan Railway Co—JR Central.

1 dari 2 halaman

Sesuai Ketentuan, Masinis Seharusnya Lapor Dahulu

Usut punya usut, ternyata masinis pergi ke toilet karena sedang sakit perut. Saat masinis pergi ke toilet, kondektur duduk di kursi kemudi tanpa mengoperasikan kereta.

Kalau tak ada pengemudi, kereta peluru ini akan melambat secara bertahap, dan otomatis akan berhenti dalam keadaan darurat.

Sekadar informasi, Jalur Tokaido Shinkansen ini merupakan jalur kereta cepat tersibuk di Jepang. Di jalur ini, kereta bisa ngebut hingga 285 km per jam.

Menurut aturan perusahaan, masinis yang mengalami masalah kesehatan, harus melapor kepada pusat operasi dan menyerahkan kendali kepada kondektur yang mengantongi izin untuk mengemudi atau menghentikan kereta.

Pelanggaran ini terungkap saat perusahaan melihat ada keterlambatan kereta untuk rute Shin-Oshaka yang melewat stasiun Mishima. Keterlambatan ini berlangsung selama satu menit.

“ Saya ingin menghindari keterlambatan kereta dengan menghentikannya di stasiun terdekat,” kata dia dikutip dari perusahaan.

2 dari 2 halaman

Operator Minta Maaf

Operator kereta cepat meminta maaf atas insiden yang berlangsung dan sedang mempertimbangkan sanksi apa yang akan diberikan untuk masinis dan kondektur tersebut. Menurut JR Central, kejadian ini adalah yang pertama ketika masinis mengosongkan kokpit saat kereta melaju.

Perusahaan menyebut ada kejadian serupa pada 2001. Kala itu, masinis menjalankan kereta yang tidak berfungsi.

“ Itu adalah tindakan yang tidak pantas. Kami mohon maaf,” kata pejabat senior JR Central, Masahiro Hayatsu.

Kereta api Jepang, termasuk Shinkansen, dikenal sebagai kereta yang operasionalnya on time. Keterlambatan, bahkan satu menit pun, menjadi masalah bagi operato dan sasaran pengawasan media. 

Beri Komentar