Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://writemyessayonline.com/)
Dream - Hati-hati jika Anda bekerja di bagian administrasi perusahaan. Kesalahan ketik atau tulisan dalam surat bisa berakibat fatal. Pengalaman buruk inilah yang dialami perusahaan keluarga berumur 124 tahun, Taylor & Sons td.
Pengadilan Tinggi Inggris dilaporkan telah memerintahkan Companies House, badan pemerintah yang mengurus masalah izin perusahaan, untuk bertanggung jawab atas bangkrutnya bisnis keluarga bernama Taylor & Sons Ltd.
Companies House telah keliru menulis nama Taylor & Sons Ltd sebagai Taylor & Son Ltd. Tulisan yang hanya kurang satu huruf S ini ternyata berkibat fatal. Perusahaan mengalami kebangkrutan.
Atas kesalahannya itu, Companies House diharuskan membayar ganti rugi kepada Taylor & Sons Ltd. sebesar 9 juta pound.
Kekeliruan ini berawal saat pada 2009 saat Companies House menyatakan bisnis Taylor & Sons Ltd - sebuah perusahaan rekayasa asal Welsh yang mempekerjakan lebih dari 250 orang - telah dilikuidasi.
Akibat pernyataan Companies House, bisnis perusahaan keluarga berusia 124 tahun tersebut kocar-kacir. Banyak pesanan dan kontrak dibatalkan dan kredit dari pemasok ditarik. Perusahaan kemudian benar-benar bangkrut pada tahun 2014.
Padahal, Companies House bermaksud melaporkan perusahaan lain yang namanya hampir mirip yakni Taylor & Son Ltd.
Companies House sempat memperbaiki kesalahan tersebut tiga hari kemudian. Tapi berita tentang likuidasi perusahaan keluarga itu telah tersebar luas di internet dan banyak yang termakan oleh informasi salah yang dibuat Companies House.
" Kami kehilangan semua kredibilitas kami karena semua pemasok berpikir kami benar-benar dilikuidasi. Rasanya seperti efek bola salju," kata Philip Davison-Sebry, mantan direktur dan pemilik Taylor & Sons Ltd.
" Semuanya terjadi pada hari ulang tahun ke-50 istri saya. Kami tidak akan pernah melupakannya," tambah Davison-Sebry. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya