Penjelasan Garuda Soal Viral Larangan Ambil Foto di Dalam Pesawat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 16 Juli 2019 14:32
Penjelasan Garuda Soal Viral Larangan Ambil Foto di Dalam Pesawat
Aturan ini juga kabarnya berlaku untuk awak kabin.

Dream - Belum lama ini viral kabar tentang kebijakan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) yang melarang penumpang dan awak kabin mengambil foto di dalam pesawat. Kabar tersebut dibenarkan maskapai pelat merah tersebut namun hanya untuk kalangan internal dan belum final. 

Dalam keterangan tertulisnya, VP Corporate Secretary Garuda, M. Ikhsan Rosan, menegaskan kebijakan tersebut belum dirilis dan belum berlaku untuk publik.

Dalam aturan yang beredar disebutkan penumpang dan awak kabin dilarang mengambil foto atau video di pesawat. Selain itu, awak kabin juga harus menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan larangan dokumentasi kegiatan di pesawat, kepada penumpang. Perusahaan akan memberikan sanksi kalau aturan ini dilanggar.

Dia mengatakan aturan itu dibuat agar para penumpang dan awak kabin saling menghormati privasi.

" Garuda Indonesia telah menyempurnakan surat edaran yang dimaksud yang berisi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang bertugas," kata Ikhsan dalam keterangan tertulis tersebut. 

Menurut Ikhsan, imbauan ini dibuat berdasarkan laporan, saran, dan masukan penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan pengambilan gambar tanpa izin. Penumpang tetap bisa mengambil gambar asalkan digunakan untuk kepentingan pribadi.

" Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," kata Ikhsan.

1 dari 7 halaman

Viral Tulisan Terima Kasih Pak Jokowi di Pesawat Haji, Ini Kata Garuda

Dream – PT Garuda Indonesia Tbk (Airlines) membenarkan foto spanduk ucapan terima para jemaah haji tahun 2019 yang beredar di sosial media. Dalam unggahan itu tertulis ucapan “ Terima kasih, Pak Jokowi, doakan kami menjadi haji yang mabrur.”

Dikutip dari Merdeka.com, Senin 8 Juli 2019, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, menjelaskan tulisan tersebut berada di badan pesawat penerbangan perdana haji embarkasi Solo. TUlisan itu sebagai ucapan terima kasih kepada Presiden RI yang rencananya akan melepas keberangkatan perdana dan penambahan kuota jemaah haji asal Indonesia.

" Namun karena sesuatu hal dan schedule yang berubah, Presiden RI tidak jadi melepas jemaah haji kloter satu Solo,” kata Ikhsan di Jakarta.

 

 

Ikhsan menegaskan ucapan terima kasih di badan pesawat itu dibuat untuk kepentingan pelepasan. Setelah seremoni, badan pesawat akan dibersihkan kembali. Pelepasan penerbangan pertama diikuti dengan acara pelepasan budaya “ pecah kendi”.

" Adapun tulisan ucapan terima kasih di badan pesawat tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan apresiasi dari petugas dan para calon jemaah haji kepada Presiden yang akan meresmikan pelepasan jemaah haji Solo ke Tanah Suci,” kata dia.

2 dari 7 halaman

Penerbangan Pertama Serentak di 5 Embarkasi

Pada Minggu, 7 Juli 2019, maskapai ini menerbangkan kloter pertama serentak di lima embarkasi, yaitu Jakarta, Solo, Padang, Makassar, dan Lombok. Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, mengatakan Garuda Indonesia Group telah melakukan berbagai persiapan untuk kelancaran penerbangan haji tahun ini.

“ Garuda Indonesia Group juga secara intensif berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan kebandarudaraan untuk bersama-sama memastikan kelancaran operasional haji, dan tentunya kami juga berupaya untuk memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh Jemaah haji Indonesia”, kata dia, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

“ Kami akan terus memonitor pelaksanaan penerbangan Haji ini dengan mengedepankan aspek keselamatan, on time performance (OTP), dan service excellence” tambah Ari.

Pada musim Haji 2019/1440H, total jamaah haji Indonesia tahun 2019 yang akan diberangkatkan mencapai 111.071 jamaah. Untuk mendukung operasional haji tahun ini Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat diantaranya adalah pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat).

Penerbangan fase keberangkatan dimulai ‪pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan ‪5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari ‪tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan ‪19 Juli 2019. Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatanakan diberangkatkan menuju Jeddah ‪pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan ‪5 Agustus 2019.

Sedangkan untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari ‪tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan ‪16 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari ‪tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan ‪29 Agustus 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah ‪pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan ‪16 September 2019.

Sebanyak 111.071 jamaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi tersebut terdiri dari embarkasi Banda Aceh (4.711 jamaah), embarkasi Medan (8.641 jamaah), embarkasiPadang (7.035 jamaah), embarkasi Jakarta (19.650 jemaah), embarkasi Solo (34.882jamaah), embarkasi Balikpapan (6.825 jamaah), embarkasi Makassar (18.190 jamaah) dan embarkasi Lombok (4.967 jamaah). 

3 dari 7 halaman

Garuda Indonesia Terbangkan Jemaah Haji Mulai Hari Ini

Dream - Garuda Indonesia mulai memberangkatkan calon jemaah haji 1440 H/2019 M hari ini, Minggu, 7 Juli 2019. Sebanyak 10 kloter awal yang terbang dengan maskapai pelat merah ini berasal dari lima embarkasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, melepas keberangkatan kloter pertama embarkasi Solo dari Bandara Internasional Adi Soemarmo. Para jemaah haji mulai terbang pukul 05.35 WIB.

" Garuda Indonesia Group secara intensif berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan kebandarudaraan untuk bersama-sama memastikan kelancaran operasional haji, dan tentunya kami juga berupaya untuk memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh Jemaah haji Indonesia," ujar Ari melalui keterangan tertulis diterima Dream.

 Garuda Haji

Ari mengatakan pihaknya akan terus memonitor pelaksanaan penerbangan haji. Juga selalu mengedepankan keselamatan, On Time Performance (OTP/ketepatan waktu).

Untuk tahun ini, Garuda menyiapkan 14 unit pesawat untuk mengantarkan 111.071 jemaah haji ke Tanah Suci. Pesawat tersebut terdiri dari jenis Boeing 777 berkapasitas 393 seat, Airbus 330 berkapasitas 360 seat, dan Boeing 744 berkapasitas 455 seat.

Keberangkatan jemaah haji dimulai 7 Juli dan berakhir pada 5 Agustus terbagi atas dua gelombang. Gelombang pertama terbang pada 7-19 Juli 2019 menuju Madinah, sedangkan gelombang kedua terbang pada 20 Juli-5 Agustus menuju Jeddah.

 Garuda Haji

Sedangkan fase kepulangan berlangsung pada 17 Agustus-16 September dalam dua gelombang. Gelombang pertama terbang pada 17-29 Agustus dari Jeddah sedangkan gelombang kedua terbang pada 30 Agustus-16 September dari Madinah.

Berikut kloter yang berangkat dari lima embarkasi seluruh Indonesia.

1. Solo dengan kloter 1-4 dilayani GIA 6101, GIA 6102, GIA 6103, dan GIA 6104.

2. Jakarta kloter 1 dilayani GIA 7501

3. Makassar kloter 1 dilayani GIA 1101

4. Padang kloter 1 dilayani GIA 3301

5. Lombok kloter 1 dan 2 dilayani GIA 5301 dan GIA 5101.

4 dari 7 halaman

Garuda Angkut 111.071 Orang, Calon Haji Dihibur Konten Islami Selama Penerbangan

Dream – PT Garuda Indonesia Tbk dan anak usahanya siap menerbangkan rombongan jemaah haji tahun 2019 yang akan mulai diberangkatkan pada 7 Juli 2019. Maskapai pelat merah menempuh beragam upaya persiapan agar operasional haji berjalan lancar.

Manajemen Garuda mulai mempersiapkan armada dan perawatannya, sistem ground handling, layanan inflight catering, serta awak kabin dan pilot yang bertugas selama periode penerbangan haji.

“ Garuda Indonesia optimistis bisa memberikan kinerja terbaik dalam operasional penerbangan haji tahun ini,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, di Cengkareng, Banten, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 5 Juli 2019.

Ari mengatakan pihaknya juga terus meningkatkan aspek keselamatan, on time performance (OTP), dan service excellence.

Sekadar informasi, total jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 111.071 orang.

Para jemaah tersebut diterbangkan dengan 14 unit pesawat Garuda yang terdiri atas Boeing 777, Airbus 330, dan Boeing 744.

5 dari 7 halaman

Penerbangan Terbagi 2 Fase

Penerbangan fase keberangkatan rencananya akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019.

Gelombang 2 fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019.

Penerbangan fase kepulangan dimulai dari 17 Agustus—15 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 September 2019.

Gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

6 dari 7 halaman

Ada 284 Kloter dari 9 Embarkasi

Tahun ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 111.071 jamaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh (4.711 jamaah), embarkasi Medan (8.641 jamaah), embarkasi Padang (7.035 jamaah), embarkasi Jakarta (19.650 jemaah), embarkasi Solo (34.882 jamaah), embarkasi Balikpapan (6.825 jamaah), embarkasi Makassar (18.190 jamaah) dan embarkasi Lombok (4.967 jamaah).

Garuda Indonesia juga meningkatkan jumlah awak kabin haji yang berasal dari putra putri terbaik daerah yang berasal dari masing-masing daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “ pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah – khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa).

Sebagai upaya peningkatan layanan kepada para jamaah haji, Garuda Indonesia juga menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight Entertainment bernuansa Islami disetiap penerbangannya.

7 dari 7 halaman

Tak Boleh Bawa Parfum Semprot dan Korek Api

Manajemen Garuda Indonesia juga mengimbau calon jemaah haji, agar tidak membawa barang bawaan berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, misalnya kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray atau parfum dalam tabung semprot, dan lain-lain. Barang-barang elektronika juga harus dilepas dari baterainya.

Peringatan lain adalah para jemaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah adanya perbuatan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Khusus mengenai barang bawaan, para jamaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi tentang jadwal keberangkatan dan kepulangan penerbangan haji, Garuda Indonesia juga menyiapkan website www.haji-ga.com yang dapat diakses secara realtime oleh masyarakat.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo