Gedung-gedung pencakar langit menjadi simbol kemakmuran yang kasatmata di Jazirah Arab. Dan itu seolah menjanjikan harapan baru. Ternyata dibalik kemilau itu, muncul keresahan di hati generasi mudanya. Sebuah survey Arab Youth Survey 2014yang diperoleh Dream.co.id, menyebut generasi muda Arab tengah gelisah terhadap dua isu besar. Masalah melonjaknya biaya hidup serta pengangguran, menjadi inti hasil survey dari ASDA'A Burson-Marsteller¸sebuah lembaga survey dan public relation di Timur Tengah itu.
Survei kali ini melibatkan generasi muda dari 16 negara teluk. Mereka lakukan dengan tatap muka pada 3.500 orang. Usia sample di kisaran 18-24 tahun dengan porsi berimbang antara pemuda dan pemudi.

Seluruh pemuda dari berbagai negara teluk sepakat persoalan tingginya biaya hidup adalah masalah serius. Hanya empat persen yang menganggap biaya hidup bukan masalah serius. Generasi muda Bahrain dan Maroko yang mengaku paling gelisah dengan persoalan itu. Soal pengangguran, lebih separuh muda-mudi arab yang menganggap sebagai masalah paling mengerikan. Mereka takut ketersediaan lapangan kerja tidak akan cukup memenuhi kebutuhan mereka. Pemuda Mesir, Aljazair, Yordania, Irak, Libya, dan Tunisia yang paling khawatir dengan isu ini. Beda dengan generasi muda di negara Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Mereka yakin masih banyak tempat dalam bursa lapangan kerja. Maklum, pusat pertumbuhan ekonomi negara Arab memang tengah berada di kawasan ini.
Sebuah hasil survey yang menggembirakan bahwa generasi muda Arab perlahan mulai melihat entrepreneur sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan.
Pemuda Arab menilai keputusan memulai bisnis baru lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Jumlah ini mencapai 67 persen. Profesi sebagai pegawai negeri mulai dijauhi. Kurang dari separuh yang masih berharap masa depannya pada pemerintahan.
Advertisement