Hadirkan 1,7 Juta Produk UMKM, Blibli Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal daripada KW

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 16 Agustus 2022 10:36
Hadirkan 1,7 Juta Produk UMKM, Blibli Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal daripada KW
Melalui program #PejuangLokal dengan #CekOutTakGentar, Blibli mengajak seluruh masyarakat untuk memberdayakan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dream - Marketplace milik Djarum Group, Blibli, semakin menunjukkan eksistensinya sebagai e-commerce yang mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. Tercatat, lebih dari 225 ribu produsen UMKM dengan 1,7 juta ragam produk lokal telah tersedia di platform Blibli. 

Chief Marketing Officer Blibli, Edward K. Suwignyo, mengatakan banyak masyarakat yang sudah mengakui kualitas produksi UMKM lokal. Sayangnya, banyak dari mereka yang belum membeli produk atau merek lokal.

" Dari pada beli barang KW, lebih baik beli produk lokal yang murah dan kualitas dijamin original," katanya di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 15 Agustus 2022.

Melalui program #PejuangLokal dengan #CekOutTakGentar, Blibli mengajak seluruh masyarakat untuk memberdayakan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal ini juga turut mengiringi HUT Kemerdekaan RI ke 77.

“ Dengan semakin banyak produk lokal yang dibeli, masyarakat akan membantu #PejuangLokal lain yaitu UMKM untuk memberdayakan masyarakat di sekitar mereka dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujarnya.

 

1 dari 3 halaman

Digitalisasi UMKM

Blibli sendiri tak hanya memasarkan produk UMKM secara online tetapi juga offline di jaringan Blibli Mitra. Meski ada 74 persen UMKM yang telah mengenal e-commerce, namun hanya 20 persen UMKM yang benar-benar memiliki literasi teknologi menjalankan usahanya secara online. 

umkm© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Ditjen IKP Kominfo RI, Septriana Tangkary, mengatakan, kontribusi Blibli dapat meningkatkan skala bisnis UMKM terutama yang memang dikreasikan secara lokal. 

 “ Karena itulah hingga saat ini Pemerintah terus berupaya optimalisasi potensi digitalisasi UMKM sehingga bisa mendongkrak perekonomian nasional,” katanya.

2 dari 3 halaman

Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital Tertinggi di Asia Tenggara

Sejalan dengan hal tersebut, Septriana melaporkan sejak gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020. Kini telah 19,1 juta UMKM Digital. Gerakan ini digagas untuk mendukung UMKM di masa pandemi dan mendorong masyarakat membeli produk lokal. 

blibli© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Dalam laporannya mengenai kontribusi UMKM Indonesia, Septriana memaparkan, bahwa jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 65,4 juta. Dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp8.573,9 triliun atau 61,07 persen, serta penyerapan investasi sebesar 60,4 persen.

Banyaknya UMKM yang telah hadir juga menyerap angkatan kerja sebanyak 117 juta orang atau 97 persen.

Septriana menambahkan Indonesia menjadi negara dengan tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara, sebab nilai ekonomi digital indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan torehan sebesar US$ 70 miliar pada 2021. Dengan nilai transaksi e-commerce sebesar Rp401,25 triliun.

3 dari 3 halaman

Sementara itu dalam sesi pejuang lokal UMKM, Blibli mengundang perwakilan brand UMKM yang sudah sukses dengan bisnisnya.

Seperti brand Dapur Cihuyy, hidangan rumahan khas Bogor cepat saji. Rollie Bakery dan Cookies, yang memproduksi kue kering dengan keunggulan rasa manis dari balutan gula aren spesial dari petani Cingangsa, Sukabumi. Saat ini  produk tersebut sudah dipasarkan ke Jabodetabek hingga Singapura.

umkm blibli© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Adapula Frutivez yang menggagas produk buah, dikemas menjadi cemilan. Adapula produk batik dari Arthesian Batik dan Lurik Akik. Brand Roempah yang memproduksi kudapan. Juga Tintin Chips, dan Rendang UniTutie yang sudah dieskpor ke luar negeri.

“ Bersama Blibli, saya jadi sadar betapa pentingnya memaksimalkan channel digital dalam menjalankan usaha, khususnya lewat e-commerce. Hal ini benar-benar membantu perjalanan transformasi digital UMKM saya untuk membuka peluang-peluang baru dari dunia digital dalam menumbuhkan usaha secara berkelanjutan,” kata owner Rendang UniTutie, Sri Yuliastuti.

Beri Komentar