Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Menguatnya dollar Amerika Serikat dan berbagai faktor global lain di tahun 2015 lalu ternyata menyebabkan mata uang beberapa negara di dunia keok. Namun, ada secercah harapan di tahun ini.
Seperti dikutip dari Arabian Business, Senin, 11 Januari 2016, Analis memperkirakan membaiknya beberapa nilai mata telah dikaitkan dengan harga minyak mentah meski harganya mengalami penurunan.
Setelah mengalami tahun terburuk selama lebih dari satu dekade, dolar Kanada mungkin bangkit kembali karena terbantu dengan harga minyak mentah. Sementara dolar Australia dan Selandia Baru siap-siap untuk tumbang setelah pembuat kebijakan mempertimbangkan pemotongan suku bunga untuk memacu pertumbuhan.
Sementara perlambatan di Tiongkok terus merugikan eksportir. Perlambatan ini merupakan tanda-tanda bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu tengah melakukan stabilisasi dan meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya tingkat suku bunga AS. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa komoditas negara itu akan rebound dari tahun terburuk mereka sejak 2008.
Harga minyak entah, biji-bijian dan kedelai semua diharapkan meningkat tahun 2016, bahkan logam mulia seperti emas kemungkinan akan tergelincir atau tetap dengan sedikit perubahan, menurut analis yang disurvei oleh Bloomberg.
'Dibutuhkan beberapa diferensiasi' di antara komoditas mata uang, kata Charles St-Arnaud, ahli strategi valuta asing senior di Nomura Holdings, Inc. di London. Dia memprediksi dolar Australia bisa jatuh 10 persen pada pertengahan tahun 2016, sementara dolar Kanada stabil.
Bahkan stabilisasi akan menciptakan pergeseran drastis setelah 2015, ketika masing-masing komoditas mata uang jatuh setidaknya 10 persen terhadap dolar Amerika Serikat. The Bloomberg Commodity Index menunjukkan harga bahan mentah termasuk emas, jagung, gas alam dan minyak mentah, telah jatuh 25 persen tahun 2015 lalu.
Nick Chamie, kepala investasi unit manajemen kekayaan internasional Nova Scotia, mengatakan aksi jual akan membuka pintu untuk rebound tahun 2016. Dia mengatakan minyak mentah mungkin mengalami sedikit kenaikan dari logam.
" Risiko tingkat tinggi berlaku sangat umum dan mendasar," kata Chamie dalam sebuah wawancara dari Toronto. " Ada ruang untuk pembalikan, jangka pendek di beberapa titik pada tahun 2016 untuk komoditas mata uang."
Sementara investor tetap khawatir tentang ekonomi global yang diproyeksikan tumbuh 3 persen tahun ini, dengan laju paling lambat sejak 2009. Sementara itu ada tanda-tanda perbaikan di AS dan Tiongkok, yang merupakan konsumen komoditas terbesar.
Di AS, kenaikan belanja konsumen pada bulan November dibarengi dengan meningkatnya upah. Sedangkan di Tiongkok, indikator awal Desember menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah para pemimpin mengatakan mereka akan melakukan lebih banyak aksi untuk mendukung ekspansi.
Bahkan analis yang tetap bearish pada mata uang tidak melihat terulangnya krisis 2015. Alan Ruskin, kepala riset valas global di Deutsche Bank AG di New York, memperkirakan penurunan krone Norwegia, dolar Australia, dolar Selandia Baru dan dolar Kanada.
Namun, Ruskin mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa mata uang beberapa negara itu telah mencapai titik nadir.
" Kami sudah mengalami hal ekstrem seperti itu," katanya. " Kecepatan dan perpanjangan penurunan harga komoditas dan mata uang seharusnya jauh berkurang dari tahun lalu."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya