Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Anda yang tengah mencari rumah untuk tempat tinggal sebaiknya segera mulai berburu. Data terbaru Bank Indonesia (BI) melaporkan harga properti sepanjang Juli-September naik pelan.
Perlambatan kenaikan harga properti ini terjadi pada semua tipe rumah. Tertinggi dialami rumah tipe menengah.
Mengutip Laporan Survei Harga Properti Residensial yang dikeluarkan BI, Rabu, 11 November 2015, tekanan kenaikan harga yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut selama kuartal IV-2015 (Oktober-November).
Meski naik pelan, pertumbuhan harga rumah masih dipicu kenaikan harga bahan bangunan, upah pekerja, dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hasil survei harga properti residensial di 16 kota di Indonesia tercatat berada di level 188,65 atau cuma naik 0,99 persen. Dibandingkan kuartal sebelumnya yang naik 1,38 persen, harga rumah pada kuartal III-2015 memang melambat.
Perlambatan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (1,02%). Sementara rumah tipe menengah dan besar justru naik lebih tinggi dibandingkan tiga bulan sebelumnya sebesar 1,07 persen dan 0,88 persen.
Dilihat dari lokasinya, harga rumah di Bandar Lampung umumnya tidak mengalami kenaikan harga. Namun di Batam, harha properti residensial justru naik 5,95 persen terutama rumah tipe menengah 8,07 persen.
BI memperkirakan harga properti residensial sampai akhir tahun ini akan kembali berlanjut melemah.
Kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi untuk rumah tipe pesar. Dari lokasinya, harga rumah di daerah Jabodetabek-Banten kemungkinan tak berubah. Dan di Balikpapan cuma naik 0,01 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya