Indeks Syariah Lemas di `Harpitnas` Imlek

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 4 Februari 2019 16:55
Indeks Syariah Lemas di `Harpitnas` Imlek
Kurs rupiah juga mengalami tekanan.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia bergerak lemas di pembukaan perdagangan awal Februari 2019. Di tengah Hapitnas jelang libur Tahun Baru China, pelaku pasar justru dilanda tekanan sentimen negatif. 

Selain kurs rupiah yang bergerak melemah, lantai bursa juga dilanda aksi untung pemodal yang memanfaatkan Harpitnas. Dari luar negeri, sentimen harga komoditas yang melemah memaksa investor berlindung untuk sementara. 

Banjir sentimen ini membuat indeks saham syariah juga tak bisa berkembang di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 Januari 2019. Ketiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot cukup lama dengan koreksi 1,011 poin (0,52%) ke level 192,554. ISSI hanya bergerak menguat sekitar satu jam usai pembukaan perdagangan.

ISSI dibuka menguat di level 193,691 dan sempat menembus level tertinggi di 194,159. Usai 1 jam 15 menit pembukaan perdagangan, tekanan jual mulai melanda lantai bursa. ISSI mulai bergerak ke zona merah hingga sesi penutupan dan sempat terseret ke level terendah di 192,088.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) mengalami tekanan cukup besar usai melemah 10,736 poin (1,48%) ke level 716,078.Indeks JII70 merosot 2,586 poin (1,06) ke level 240,129.

Tanpa adanya sentimen yang cukup kuat mendongkrak laju bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus memulai awal pekan ini di zona merah. IHSG melemah 57,187 poin (0,87%) ke level 6.481,451.

1 dari 1 halaman

Dolar AS Nyaris Sentuh Rp14 Ribu

Lantai bursa kali ini diwarnai aksi jual saham. Investor lebih suka melepas sahamnya di lima sektor, yaitu industri aneka, barang konsumsi, keuangan, manufaktur, dan infrastruktur. Kelima indeks ini masing-masing turun 2,01 persen, 1,47 persen, 1,26 persen, 1,23 persen, dan 1,13 persen.

Penguatan terjadi indeks sektor pertambangan sebesar 0,80 persen dan perdagangan 0,52 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.

Saham syariah pencetak top gainer kali ini adalah BYAN yang harganya naik Rp800, MAPA Rp500, FISH Rp430, PRDA Rp260, dan CPIN Rp225.

Sebaliknya, yang terkoreksi adalah UNVR yang harga sahamnya anjlok Rp1.100, INTP Rp800, SCCO Rp525, SMGR Rp475, dan AALI Rp375.

Pada pukul 16.05, kurs dolar AS nyaris menyentuh level Rp14 ribu. Nilai tukarnya menguat 11 poin (0,08%) ke level Rp13.958 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone