Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Sebuah rancangan undang-undang baru memicu kekhawatiran pebisnis muslim di Spanyol. Dalam aturan baru ini, toko kebab dan bahan makanan halal lain akan dibatasi penyebarannya.
Mengutip laman latimes, Jumat, 8 Mei 2015, usul ini mengemuka dalam rapat Dewan Kota yang digelar Januari lalu. Pimpinan cabang Popular Party, Alejandro Fernandez yang tengah mencalonkan diri menjadi walikota berdalih aturan ini akan melindungi bisnis tradisional Spanyol.
Dalam usulannya, takkan lagi ada lisensi yang diberikan kepada tokok kebab dan kafe internet kecusli mereka menjalankan bisnis 500 yard dari toko yang sudah beroperasi.
Fernandez menambahkan, bisnis yang akan didirikan juga harus mengikuti standar kesehatan dengan jam operasional yang diatur ketat dewan kota.
Reaksi keras upaya perlindungan toko Made in Spanyol ini tentu saja mengundang reaksi keras.
" Tomat saya dari Spanyol, begitu juga kentang yang dijual," ujar Benzawi, seorang pemilik Kebab.
" Jelaskan kepada saya. Apakah saya harus menjual babi akan dianggap menjalankan bisnis tradisional Spanyol? Haruskan saya menjual anggur?" hardiknya.
Spanyol saat ini memiliki 1,6 juta penduduk muslin yang merupakan generasi pertama. Kebanyakan mereka berasal dari laut Mediterania seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia.
Sementara itu, Fernandes menolak berkomentar dengan Undang-undang Kebab tersebut.
Meski populasi muslim Spanyol hanya 4 persen, namun 10 persen d iantaranya hidup di sepanjang pesisir Catalan provinsi Tarragona dan Barcelona.
Meski tak ada faksi politik sayap kanan yang anti imigran, kalangan muslim khawatir dengan anggapan ekstremisme Islam yang mulai banyak menyebar di Eropa.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?