Pameran Bank Syariah
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pertumbuhan perbankan syariah bergantung pada komitmen pemerintah secara langsung. Untuk itu, dibutuhkan pemerintah yang fokus pada ekonomi syariah jika ingin mengalahkan Malaysia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia.
" Sayangnya booming ekonomi syariah ini baru di akhir-akhir pemerintahan, jadi mudah-mudahan ada capres yang peduli di bidang ini," ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah Edi Setiadi dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2014.
Edi mengatakan, OJK berharap banyak agar pemerintah yang baru bisa membuktikan keberpihakannya dengan menunjukan komitmennya di sektor riil.
" Misalkan 10 provinsi jadi wisata syariah, otomatis di daerah sana akan tumbuh perbankan syariah," tambahnya.
Saat ini, lanjut Edi, kondisi perbankan syariah dunia tengah mengalami kelesuan. Perlambatan ekonomi Indonesia, juga menyebabkan pertumbuhan perbankan syariah nasional tahun ini justru melambat dibandingkan tahun lalu.
Pertumbuhan aset perbankan syariah per April 2014 tercatat mencapai Rp 244,3 triliun atau hanya naik Rp 2 triliun dari akhir Desember. Dilihat persentasenya, aset bank syariah ini hanya tumbuh 17,5 persen, lebih rendah dari tahun 2013 yang meningkat 24,2 persen.
" Tren melambat ini dialami global kecuali sukuk, itu lagi meningkat, Inggris saja mendeklarasikan akan mengeluarkan sukuk. Tapi di sini karena pembiayaannya tidak pengaruh ke urusan global, jadi lebih karena perlambatan ekonomi," tandasnya. (Ism)