Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Kurang dari seminggu jelang puasa, bursa saham Indonesia dibuka menguat di awal pekan. Gerak indeks saham kali ini seiring dengan pasar modal regional.
Pada sesi pra pembukaan perdagangan Senin, 23 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,22 poin (0,26%) ke lebel 4.857,92. Penguatan masih berlanjut pada sesi pembukaan dimana IHSG menguat 14,94 poin.
Pembukaan di zona hijau juga dialami dua indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat ke level 654,36 setelah tiga hari terakhir terpuruk di zona merah.
Hingga perdagangan pukul 10.20 WIB, transaksi perdagangan saham syariah mencapai 965,22 miliar dengan 55 saham bergerak menguat. Meski masih dalam tren menguat, indeks ISSI sempat jatuh ke zona merah.
Nasib lebih baik dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang masih bertahan di zona hijau. Indeks JII dibuka menguat di level 654,36 dan mencapai posisi tertinggi di 656,56.
Dari kawasan Asia, seluruh sektor saham tampaknya memulai awal pekan ini dengan ceria. Saat ini, Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing menguat 55,8 poin dan 93,1 poin.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo dalam ulasannya menilai pasar tampaknya tak melihat adanya sentimen negatif dari Debat Capres III yang berlangsung semalam.
" Perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia, sepertinya tinggal menghadapi sentimen negatif dari sepinya pasar akibat Piala Dunia, dan terus melonjaknya harga minyak dunia," katanya.
Berita-berita ekonomi masih akan cenderung negatif terutama dengan harga minyak yang kedepan sepertinya masih akan terus cenderung menguat seiring dengan krisis yang tengah terjadi di Irak.
Disisi lain, pemodal sebaiknya tidak lupa bahwa hingga 9 Juli 2014 nanti, sentimen yang dominan tetap saja sentimen Pemilihan Presiden.
" Level 4885 akan menjadi resisten untuk pergerakan IHSG hari ini," katanya. (Ism)