Politisi Geert Wilders Menunjukan Stiker Anti Islam
Dream - Aksi politikus Belanda Geert Wilders pelan-pelan mulai mengganggu aktivitas perusahaan-perusahaan Negeri Kincir di Arab Saudi, Persoalan muncul setelah Arab Saudi menjatuhkan sanksi dalam menanggapi stiker anti-Islam yang didistribusikan Wilders.
Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans dalam sebuah surat kepada parlemen mengungkapkan pemerintah Saudi telah jelas-jelas membatasi perdagangan kepada para pengusaha Belanda. Namun memang saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah Saudi.
" Beberapa perusahaan tidak mengalami masalah, namun yang lain dihadapkan pada pembatasan perdagangan," katanya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Sabtu, 21 Juni 2014.
Pemerintah Belanda berjanji akan melakukan apapun yang bisa ditempuh untuk secepatnya menyelesaikan masalah tersebut.
Nilai perdagangan antara kedua negara mencapai hampir US$ 5 miliar pada 2010 dan Belanda menyumbang hampir 4 persen investasi langsung asing di Arab Saudi di tahun yang sama.
Wilders, yang dikenal anti-Islam dan anti-imigrasi, menyebarkan stiker yang mengkritik Islam. Stiker berwarna hijau dan putih yang merupakan warna bendera Saudi itu dianggap sebagai penghinaan terhadap kerajaan Teluk tersebut.
Belanda bahkan mengirim diplomat ke Riyadh bulan lalu untuk membujuk tapi tidak ada resolusi yang tercapai. Timmermans berencana untuk mengunjungi Arab Saudi dalam waktu dekat, tetapi jadwal pastinya tidak diketahui.
Pejabat Belanda telah berulang kali menyatakan mereka tidak mendukung komentar anti-Muslim Wilders. Bulan lalu, Timmermans bahkan mengatakan Belanda tidak bertanggung jawab atas perilaku 'tak pantas' Wilders tersebut.