Indeks Syariah Belum Berhenti Menanjak

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 13 Juli 2016 16:20
Indeks Syariah Belum Berhenti Menanjak
Saham-saham sektor pertambangan melesat tinggi namun asing mulai mengurangi aksi beli saham.

Dream - Bursa saham syariah belum berhenti menanjak. Tak terpengaruh gerak harga saham sektor keuangan yang melemah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) melaju seharian di zona positif.

Laju penguatan indeks saham Indonesia juga sedikit berkurang setelah pemodal asing mulai mengerem aksi beli saham. Nett buy asing berkurang separuhnya menjadi sekitar Rp 849 miliar.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 13 Juli 2016, indeks ISSI menanjak 2,15 poin (1,28%) ke level 170,009. ISSi kembali menorehkan rekor level tertinggi sepanjang 2016.

Indeks saham bluechips syariah, JII, juga ikut menguntit ISSI dengan menguat 11,336 poin (1,61%) ke level 714,391.

Meski cukup besar, transaksi perdagangan saham syariah mulai berkurang dengan nilai Rp 4,74 triliun. Dari 41,91 miliar saham yang ditransaksikan, sebanyak 111 emiten ISSI berhasil ditutup menguat. Sementara 68 lainnya tertekan aksi jual dan 66 emiten ISSI bertahan stagnan.

Emiten sektor keuangan menjadi satu-satu indeks sektoral yang ditutup melemah dengan koreksi 0,75 persen. Sementara indeks sektor pertambangan melejit dengan naik 3,48 persen, disusul infrastruktur 2,02 persen, dan pertanian 0,93 persen.

ISSI memulai perdagangan saham di zona hiaju dan terus bergerak menguat sepanjang perdagangan. ISSI hanya sempat turun ke level terendah 167,988 dan berhasil kembali mengamuk dan mencetak level tertingginya di sesi penutupan perdagangan.

Saham perusahaan tambang pelat merah, PTBA, mengukir kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.025 per saham. Pencetak top gainer lainnya adalah INTP dan UNTR yang naik Rp 650, UNVR Rp 625, dan LPPF Rp 475 per saham.

Berbeda dengan PTBA, produsen semen pelat merah, SMGR justru menghuni pemuncak top losser JII setelah turun Rp 300 per saham. Disusul AKRA Rp 100, ICBP Rp 50, PTPP Rp 40, dan BSDE Rp 10 per saham.

Sementara itu kurs rupiah yang kemarin sore bergerak melemah, kali ini ditutup menguat. Rupiah naik 29 poin (0,22%) menjadi Rp 13.077 per dolar AS.

Beri Komentar