Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Dua Indeks Syariah Melemah Hari Ini, Kamis 1 Februari 2018.
Dream - Indeks syariah kembali terseret arus jual pelaku pasar setelah kemarin (Rabu, 31 Januari 2018) sempat berhasil menguat. Aksi ambil untung yang masih membayangi lantai bursa membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup memerah.
Laju indeks saham syariah juga masih dibayang aksi jual pemodal asing meski nilainya mulai berkurang.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Februari 2018, indeks ISSI melemah 0,304 poin (0,15%) ke level 197,160. Meski sempat menguat dan menyentuh level tertinggi di 198,966, ISSI menutup terseret aksi jual jelang penutupan. Posisi terendah ISSI berada di level 197,160.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut turun 1,609 poin (0,20%) ke level 785,507. Tekanan jual dari 16 emiten unggulan syariah, membuat JII tak bisa mempertahankan laju positifnya.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif tinggi baik dari sisi volume maupun nilainya. Dengan 119,68 juta saham yang berpindah tangan, transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp6,14 triliun hingga sesi paska-penutupan.
Pemodal asing masih belum menghentikan aksi jual sahamnya. Meski menurun, ISSI mencatat nett sell asing senilai Rp280 miliar, turun tipis dari sebelumnya Rp301 miliar.
Mayoritas indeks sektoral terkoreksi. Investor melepas saham paling banyak di sektor industri dasar dengan koreksi indeks mencapai 1,34 persen. Tekanan juga terjadi pada indeks sektor barang konsumsi yang turun 0,76 persen dan infrastruktur 0,67 persen.
Sebaliknya, indeks industri aneka menguat 0,88 persen, keuangan 0,71 persen, properti 0,68 persen, dan pertanian 0,14 persen. Namun kenaikan itu belum cukup kuat menopang perdagangan.
Saham-saham bluechip syariah pendulang top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp125, ASII Rp75, SMRA Rp70, BRPT Rp60, dan BSDE Rp55.
Sebaliknya, yang mencetak top loser adalah SMGR sebesar Rp450, AKRA Rp225, PGAS Rp100, UNTR Rp100, dan PTBA Rp60.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 28 poin (0,21%) ke level Rp13.414 per dolar As. Kurs rupiah sempat bertengger di level tertinggi, yaitu Rp13.356 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A