6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Dibayangi bursa regional yang mengalami koreksi, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka awal pekan di zona merah. Aksi jual asing ikut menekan laju bursa saham Indonesia.
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 18 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,428 poin (1,01%) ke level 140,447. Indes saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indx (JII) juga turun 8,491 poin (1,43%) ke level 586,149.
Di sesi pembukaan, tak ada perubahan laju indeks syariah. ISSI kembali rontok 1,575 poin (1,11%) ke level 140,300 sedangkan JII turun 9,400 poin (1,58%) ke level 585,240.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini mencapai Rp 15,78 miliar dengan 63,69 juta saham berpindahtangan
Tercatat sudah 10 emiten syariah yang memulai sesi perdagangan dari zona positif. Sementara 67 lainnya tertekan aksi jual dan 16 emiten bertahan stagnan.
Seluruh indeks sektoral kompak bergerak melemah dengan koreksi terdalam dialami emiten industri aneka yang turun 1,37 persen. Disusul manufaktur 0,97 persen, barang konsumsi 0,89 persen.
Tanpa adanya dukungan yang kuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga iut rontok di awal pekan ini. Di sesi prapembuaan, IHSG turun 32,654 poin (0,72%) ke level 4.491,322. IHSG kembali tergusur 34,993 poin (0.77%) ke level 4.488,983 di sesi pembukaan.
Lantai bursa memulai sesi praperdagangan dengan dana Rp 25,11 miliar dan 75,33 juta saham berpindahtangan.
Tak ada satupun emiten yang bergerak menguat dan 41 lainnya justru turun ke zona merah.
Posisi investor asing sendiri mencetak nett sell sekitar Rp 3,4 miliar.
Di saat pembukaan perdagangan, investor di tanah air disuguhi laju indeks utama regional yang berguguran. Padahal Nikkei Jepang, Strait Times Singapura, dan Kospi Korea sempat dibuka menguat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
