Perdagangan 2019 Anjlok, Indeks Syariah dan IHSG Ikut Rontok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 Januari 2020 16:58
Perdagangan 2019 Anjlok, Indeks Syariah dan IHSG Ikut Rontok
Apakah rupiah tetap `menghijau`?

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada Rabu 15 Januari 2020. Pelemahan ini terjadi di tengah laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut defisit neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019.

BPS mencatat kinerja neraca perdagangan pada Desember 2019 mengalami defisit tipis US$28,2 juta. Sepanjang atahun 2019, BPS melaporkan perdagangan Indonesia defisit US$3,20 miliar.

Total kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2019 mencapai US$167,53 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan kinerja impor yang mencapai US$170,72 miliar.

Sentimen kurang menyenangkan dari perdagangan Indonesia itu membuat indeks saham di bursa saham Indonesia berguguran. Tak terkecuali tiga indeks syariah yang kemarin sudah bersusah payah menembus zona hijau. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan melemah 1,038 poin (0,56%) ke level 184,664. Usai dibuka stagnan di level 185,704, ISSI bergerak relatif flat sepanjang 20 menit perdagangan pertama.

ISSI akhirnya terperosok masuk zona merah usai data neraca perdagangan dirilis BPS. Sempat menyentuh level tertinggi di 185,965. ISSI menghabiskan sisa waktu perdagangan di teritori negatif dan sempat terjungkal ke level 183,671.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 3,432 poin (0,49%) ke level 693,076. Sementara indeks JII70 turun 1,347 poin (0,58%) ke level 230,785.

Defisit neraca perdagangan juga memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona negatif. IHSG terpangkas 42,041 poin (0,67%) ke level 6.238,365.

1 dari 5 halaman

Investor Ramai Jual Saham

Dengan sentimen negatif dari dalam dan kondisi bursa regional dan Wall Street yang tak banyak membantu, investor memilih menjauh dari lantai bursa. Saham-saham di sektor komoditas mengalami dampak paling besar.

Indeks sektor pertanian dan pertambangan masing-masing melemah 2,94 persen dan 1,78 persen. Pelemahan cukup tajam juga dialami emiten sektor infrastruktur sebesar 1,70 persen.

Kali ini hanya emiten sektor industri yang memberi kabar baik. Indeks sektor industri dasar  naik 1,02 persen dan industri aneka 0,05 persen.

Emiten-emiten syariah penghuni top gainer kali ini adalah BLTZ yang harga sahamnya menanjak Rp350, CPIN Rp150, PORT Rp140, TFCO Rp85, dan BRPT Rp80.

Sebaliknya, harga saham GMTD nyungsep Rp800, UNTR Rp700, AALI Rp675, ITMG Rp600, dan MTPS Rp155.

Dari pasar keuangan, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah pada perdagangan pukul 16.35 WIB bergerak naik 31 poin (0,27%) ke level Rp13.696.

2 dari 5 halaman

Sektor Industri Meroket, Indeks Syariah Lolos dari Koreksi

Dream - Indeks syariah di bursa saham Indonesia kompak kembali ke jalur positif meski mengalami sesi perdagangan berat pada, Selasa, 14 Januari 2020. Sentimen positif dari meredanya isu negatif di bursa dunia membuat investor melancarkan aksi spekulasi di lantai bursa.

Turunnya harga minyak mentah dunia seiring meredanya eskalasi AS-Iran mendorong investor memantau saham-saham di sektor industri. Indeks sektor ini bergerak menguat di antara emiten-emiten lainnya. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan bergerak naik tipis 0,268 poin (0,14%) ke level 185,706. ISSI yang mengawali sesi jual beli saham dengan bergerak naik di 185,550, menjalani perdagangan hari ini cukup berat.

 

 © Dream

 

Fluktuasi yang cukup tinggi dari aksi jual beli investor membuat ISSI bergerak naik turun di zona merah hingga 10 menit jelang penutupan. ISSI sempat terjatuh ke level terendahnya di 185,022.

Sempat mengaut ke posisi tertinggi 185,803, aksi beli di menit terakhir perdagangan berhasil mendorong ISSI menutup sesi hari ini di zona hijau.

Kondisi yang sama terjadi pada dua indeks indeks keping biru syariah. Melemah hampir sepanjang sesi, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 2,491 poin (0,34%) ke level 696,508.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 naik 0,547 poin (0,24%) ke level 232,132.

Relatif amannya sentimen dari luar negeri mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 28,839 poin (0,46%) ke level 6.325,406.

3 dari 5 halaman

Sektor Industri Jadi Favorit

Sektor industri merajai perdagangan hari ini. Indeks industri aneka meroket 2,66 persen dan industri dasar 0,70 persen. Selain industri, investor juga melirik indeks sektor keuangan yang naik 1,13 persen.

Turunnya harga minya dunia membuat investor memiliki melepas saham di sektor pertambangan yang turun 0,84 persen. Namun pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan indeks sektor pertanian yang tumbang 1,14 persen. Koreksi juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BLTZ yang harga sahamnya naik Rp790, EMTK Rp375, ASII Rp250, INTP Rp225, dan MOLI Rp130.

Di sisi top losser, saham syariah yang mengalami koreksi tajam diantaranya AALI yang turun Rp500, GMTD Rp400, UNTR Rp350, TGKA Rp250, dan DIVA Rp110.

Bagaimana dengan pasar uang? Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sore ini bergerak naik 28 poin (0,20%) ke level Rp13.700.

4 dari 5 halaman

Ada Investasi Jumbo UEA, Indeks Syariah dan Rupiah Kompak Menguat

Dream - Tensi konflik Amerika Serikat-Iran yang mulai berkurang serta posisi konsolidasi indeks setelah melewati fase turun membuat bursa saham Indonesia bergairah di penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin, 13 Januari 2020. 

Investor juga mendapatkan angin segar dari akan masuknya dana jumbo dari Uni Emirat Arab hingga ratusan triliun rupiah untuk berbagai proyek di Tanah Air.

Kabar baik dari dalam dan luar negeri ini turut membuat indeks ini bergairah mengawali perdagangan di awal pekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan naik tipis 0,338 poin (0,18%) ke level 185,434. ISSI dibuka menguat di level 185,509 saat sesi prapembukaan perdagangan dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 185,898.

Tekanan jual datang jelang penutupan sesi pertama. ISSI terpeleset ke zona merah dan bertahan di teritori negatif 10 menit jelang si kedua berakhir. Aksi jual di menit terakhir perdagangan mendorong ISSI menutup awal pekan dengan sedikit ceria.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mencoba bangkit dari sentimen perang AS-Iran dengan menguat 3,276 poin (0,47%) ke level 231,585.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 21,626 poin (0,34%) ke level 6.296,567.

5 dari 5 halaman

Saham Industri Aneka Meroket

Kabar Indonesia akan mendapatkan suntikan jumbo dari Uni Emirat Arab membuat investor mulai percaya diri untuk membeli saham. Ini membuat mayoritas saham menguat, terutama di sektor industri aneka sebesar 1,03 persen, barang konsumsi 0,85 persen, dan infrastruktur 0,70 persen.

Indeks industri dasar terkoreksi 1,38 persen, pertanian 1,02 persen, dan pertambangan 0,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya melesat Rp3.100, UNTR Rp800, BLTZ Rp750, ITMG Rp675, dan INTP Rp275.

Sebaliknya, harga saham BYAN melorot Rp350, CPIN Rp250, KINO Rp170, MIKA Rp140, dan EMTK Rp175.

Pada 16.33, kurs rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS turun 160 poin (1,18%) ke level Rp13.611 per dolar AS.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'