Indeks Syariah Kompak Melemah, Sektor Infrastruktur Paling Terpukul

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 Juli 2019 16:59
Indeks Syariah Kompak Melemah, Sektor Infrastruktur Paling Terpukul
Saham bluechips syariah yang kemarin diburu pelaku pasar kini malah ikut mengalami tekanan.

Dream - Tekanan jual masih belum menjauh dari pasar modal Indonesia. Minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat investor memilih menjauh dari lantai bursa saham.

Aksi tahan diri ini memaksa indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Koreksi juga dialami tiga indeks syariah yang kompak bergerak melemah.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu 24 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,627 poin (0,33%) ke level 186,780. ISSI lebih banyak menghabiskan sesi perdagangan di teritori negatif. Meski sempat masuk zona hijau, penguatan ISSI tak signifikan.

ISSI sempat dibuka menguat di level 187,593 saat sesi pra-pembukaan. Ketika bel perdagangan pagi berbunyi, ISSI masih bisa bergerak menguat ke level 187,621.

Namun 10 menit usai pembukaan, tekanan jual mulai menghampiri ISSI. Berulang kali bolak-balik di dua zona, ISSI tercatat menembus level tertinggi di 187,769 dan sempat terperosok ke level terendah 186,780

Saham-saham bluechips syariah yang kemarin menjadi buruan kali ini tak bisa berbuat banyak. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ikut menghadapi tekanan dan ditutup melemah 4,433 poin (0,64%) ke level 690,718.

Koreksi juga dialami Indeks JII70 yang merosot 0,678 poin (0,29%) ke level 230,013.

Tanpa sentimen positif yang cukup kuat, BEI akhirnya menutup perdagangan di zona hijau dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 18,823 poin (0,29%) ke level 6.384,987.

1 dari 5 halaman

Dolar AS Kembali di Level Rp14 Ribu

Sentimen yang minim membuat invesor ramai-ramai melepas saham di sebagian besar indeks sektoral. Indeks infrastruktur turun paling tajam, yaitu 1,49 persen, disusul oleh barang konsumsi 0,52 persen, dan pertambangan 0,41 persen.

Indeks sektor perdagangan naik 0,54 persen, pertanian 0,52 persen, industri aneka 0,34 persen, dan properti 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp325, LPPF Rp310, POLL Rp210, KDSI Rp140, dan MTPS Rp110.

Sebaliknya, harga saham BRAM anjlok Rp1.600 dan MKPI Rp1.000. Penurunan saham juga diikuti oleh GMTD sebesar Rp625, SHID Rp270, dan BYAN Rp250.

Pada 16.10, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Dolar AS kembali naik 107 poin (0,76%) ke level Rp14.072.(Sah)

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Bergerak Melemah Terseret Bursa Regional

Dream - Indeks syariah kompak bergerak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, 22 Juli 2019. Signal negatif dari regional dan global membuat investor tak berani terjun ke lantai bursa.

Pada penutupan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones diketahui ditutup melemah. Sementara sore ini, posisi indeks regional umumnya bergerak melemah. Aksi wait and see pemodal asing juga mendorong investor semakin cemas.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini dengan koreksi 0,952 poin (0,50%) ke level 188,058. ISSI sempat dibuka menguat di sesi pagi saat naik ke level 188,975 di sesi pra-pembukaan.

Namun laju penguatan ISSI ini sangat singkat. ISSI hanya bertahan 5 menit di zona hijau dan menghabiskan sisi perdagangan di zona negatif. ISSI cuma bisa menembus level tertinggi di 189,276 dan sempat terseret ke posisi terendahnya di 187,755.

Hal sama dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 6,588 poin (0,94%) ke level 693,273. Sama dengan ISSI, JII juga menghabiskan perdagangan di zona negatif. 

Begitu pula dengan indeks JII70 yang terkoreksi 1,191 poin (0,51%) ke level 230,369.

Tekanan pada saham barang konsumsi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak di awal pekan ini. IHSG ditutup melemah 22,292 poin (0,36%) ke level 6.433,547.

3 dari 5 halaman

Indeks Barang Konsumsi Terkoreksi

Investor cenderung melepas sahamnya di sektor barang konsumsi yang awal pekan ini turun tajam sebesar 1,09 persen. Disusul sektor perdagangan 0,99 persen, dan pertanian 0,79 persen.

Hanya industri dasar menguat 0,25 persen dan keuangan 0,20 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp375, TPIA Rp350, PICO Rp150, dan PAMG Rp130.

Sebaliknya, emiten syariah top losser adalah UNTR yang harganya turun sebesar Rp675, UNVR Rp525, ITMG Rp300, TCPI Rp250, dan CPIN Rp200.

Pada pukul 16.05, nilai tukar rupiah melemah 63 poin (0,45%) ke level Rp13.968 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kompak Menguat, Lantai Bursa Diguyur Rp10 T

Dream - Bursa saham Indonesia bergerak naik mengikuti laju pergerakan bursa regional yang memberi sinyal positif. Sentimen masih berlangsungnya tren naik jangka pendek turut mendorong pelaku pasar melakukan aksi beli selektif. 

Keputusan Bank Indonesia yang memangka suku bunga acuan 0,25 persen menjadi 5,75 persen menambah daya dorong indeks di pasar modal Indonesia. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 19 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,351 poin (0,72%) ke level 189,010. ISSI terus melaju di zona positif setelah dibuka di level 188,140 pada sesi pra-pembukaan.

Aksi beli juga terjadi pada saham-saham unggulan syariah. Investor yang mengoleksi emiten bluechips ini membuat Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 3,860 poin (0,55%) ke level 699,861.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,796 poin (0,78%) ke level 231,560.

Sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 53,245 poin (0,832%) ke level 6.456,539.

Transaksi perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini naik signifikan. Dengan total frekuensi perdagangan saham 508.141 kali, nilai transaksi harian saham di BEI mencapai Rp 9,7 triliun.

5 dari 5 halaman

Indeks Sektor Industri Dasar dan Manufaktur Meroket

Sentimen positif ini membuat investor bersemangat melantai di bursa. Mereka membeli saham-saham, terutama di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 2,48 persen, 1,44 persen, dan 1,42 persen.

Hanya indeks sektor industri aneka yang melorot 0,22 persen menyambut libur akhir pekan ini.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya terangkat Rp800. Disusul TPIA Rp375, CPIN Rp350, INTP Rp350, dan POLU Rp315.

Sebaliknya, harga saham AALI turun Rp100, MAPA Rp100, MINA Rp100, TCPI Rp100, dan BTPS Rp80.

Pada pukul 16.13, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Mata uang dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp13.915.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo