Sempat Tenggelam di Sesi I, Indeks Syariah Berbalik Naik Tipis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 November 2019 16:59
Sempat Tenggelam di Sesi I, Indeks Syariah Berbalik Naik Tipis
Rupiah sukses melengserkan dolar AS dari level Rp14 ribu.

Dream - Indeks syariah keluar dari tekanan dan menutup perdagangan di zona positif pada penutupan jelang akhir pekan, Jumat 8 November 2019. Penguatan relatif lebih baik dibukukan indeks saham unggulan syariah.

Pasar keuangan juga membawa kabar baik sore ini. Kurs dollar AS yang melemah membuat rupiah naik tipis. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan naik tipis 0,084 poin (0,04%) ke level 188,061. Meski dibuka menguat, ISSI baru bisa melaju aman di zona hijau saat sesi perdagangan siang.

ISSI dibuka melemah tipis ke level 187,680 saat sesi prapembukaan perdagangan. Adanya aksi beli di awal sesi sempat mendorong indeks acuan saham syariah ini melaju positif di awal pembukaan. 

Sayangnya penguatan itu tak berlangsung lama. ISSi kembali turun ke zona merah dan menutup perdagangan sesi pagi diteritori negatif. 

Aksi beli baru terjadi di sesi kedua. Meski harus terpeleset masuk zona merah, ISSI lebih banyak menghabiskan sesi siang ini di zona hijau.

Penguatan signifikan dialami dua iIndeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 3,406 poin (0,50%) ke level 689,717. Sedangkan indeks JII70 menanjak 0,686 poin (0,30%) ke level 232,779.

Laju positif juga diukir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 12,362 poin (0,20%) ke level 6.177,986.

1 dari 6 halaman

Rupiah Tekan Dolar AS di Rp13 Ribu

Investor melakuan aksi selektif dan berhati-hati terjun ke lantai bursa. Investor lebih banyak membeli saham di sektor barang konsumsi, pertambangan, dan pertanian yang masing-masing naik 0,83 persen, 0,44 persen, dan 0,23 persen.

Indeks sektor industri dasar menjadi satu-satu yang bergerak melemah sebesar 0,45 persen.

Emiten syariah yang menjadi favorit investor kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya meningkat Rp1.275, ITMG Rp500, ICBP Rp475, AALI Rp300, dan TCID Rp225.

Harga saham BRAM terkoreksi Rp1.850, AMFG Rp490, INTP Rp350, PCAR 290, dan FIRE Rp280.

Dolar AS kembali didepak rupiah dari level Rp14 ribu. Pada 16.19, kurs dolar AS melorot 16 poin (0,11%) ke level Rp13.981 per dolar AS.

2 dari 6 halaman

Kenaikan Cadangan Devisa Gagal Kerek Indeks Syariah

Dream - Indeks syariah kembali melanjutkan pelemahannya pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 7 November 2019. Sentimen kenaikan cadangan devisa Indonesia tak mampu menghalangi aksi jual investor.

Diketahui, cadangan devisa Indonesia naik dari US$124,3 pada September 2019 menjadi US$126,7 miliar. 

Volume jual yang masih cukup besar membuat analis memperkirakan lantai bursa masih akan menghadapi koreksi. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini melorot 1,432 poin (0,76%) ke level 187,977. Semula, indeks ISSI dibuka menguat di level 189,964 saat perdagangan masuk sesi per-pembukaan. Laju ISSI masih bertahan beberapa menit usai bel perdagangan dibunyikan.

 

 

Namun kondisi pasar yang masih menghadapi tren jual memaksa investor melepas portofolionya. Apalagi pelaku pasar dibayangi sentimen rilis cadangan devisa Indonesia.

Sejak terpeleset masuk teritori negatif, ISSI sama sekali tak bisa keluar dari tekanan jual. Level terendah ISSI dicetak di level 186,842.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak lepas dari tekanan jual investor. JII melemah usai ditutup turun 6,499 poin (0,94%) ke level 686,311.

Indeks JII70 melorot 1,879 poin (0,80%) ke level 232,093.

3 dari 6 halaman

Mayoritas Indeks Sektoral Terkoreksi, Tapi Rupiah Justru `Kinclong`

Investor malah ramai menjual saham, terutama di sektor barang konsumsi, pertambangan, dan industri aneka. Ketiga indeks ini masing-masing melemah 1,71 persen, 1,58 persen, dan 1,41 persen.

Hanya indeks industri dasar yang menguat 0,88 persen dan properti 0,23 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 51,921 poin (0,83%) ke level 6.165,624.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SONA yang harga sahamnya meningkat Rp500, OMRE Rp255, INTP Rp250, MAPA Rp250, dan SILO Rp225.

Harga sahan UNTR terkoreksi Rp800, ICBP Rp425, BRAM Rp300, ITMG Rp300, dan FIRE Rp255.

Di pasar uang, kenaikan cadangan justru bisa membungkam dolar AS. Rupiah kembali menendang dolar AS ke level Rp13 ribu. Pada 16.40, nilai tukar dolar AS melemah 31 poin (0,22%) ke Rp13.991.

4 dari 6 halaman

Aksi Jual Asing Bikin Rontok Indeks Syariah

Dream - Bursa saham syariah Indonesia terjungkal setelah kemarin sempat menguat sepanjang perdaganagan. Aksi jual investor asing serta kurs rupiah terhadap dollar AS yang melemah di atas Rp14 ribu. 

Dua sentimen tersebut membuat investor memilih melakukan aksi jual portofolionya. 

Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu, 6 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,132 poin (0,59%) ke level 189,409. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah terkoreksi di level 190,603 saat sesi prapembukaan.

ISSI yang sempat menembus zona positif dan bertengger di level tertinggi 190,640 tak bisa mempertahankan laju penguatannya tersebut.

 

 

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan melemah 3,840 poin (0,55%) ke level 692,810.

Sedangkan indeks JII70 turun 1,597 poin (0,68%) ke level 233,972.

Laju pelemahan tiga indeks saham syariah ini beriring dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 46,607 poin (0,74%) ke level 6.217,545.

5 dari 6 halaman

Investor Getol Jual Saham

Aksi jual saham membuat mayoritas indeks sektoral rontok, terutama di sektor keuangan dan infrastruktur. Indeks keuangan terjun 1,60 persen dan infrastruktur 1,18 persen.

Hanya indeks pertambangan yang menguat 0,99 persen. Penguatan ini tak bisa menahan laju perdagangan.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini adalah BYAN yang harga sahamnya naik Rp1.100, INTP Rp600, SONA Rp300, SMGR Rp175, dan LPPF Rp170.

Saham BRAM amblas Rp2.500. Koreksi harga juga terjadi pada UNTR sebesar Rp400, UNVR Rp400, TCPI Rp300, dan TPIA Rp175.

Dari pasar uang, rupiah berbalik menguat. Dolar AS kembali menembus level Rp14 ribu. Pada 16.22, kurs dolar AS menguat 57 poin (0,41%) ke level Rp14.026 per dolar AS.

6 dari 6 halaman

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara