Indeks Syariah Melemah Lagi, Saham Perkebunan `Gagal Panen`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 21 Januari 2020 16:55
Indeks Syariah Melemah Lagi, Saham Perkebunan `Gagal Panen`
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Indeks syariah kembali melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 21 Januari 2020. Pemilik saham sektor perkebunan harus gigit jari setelah emiten ini mengalami koreksi cukup dalam.

Koreksi indeks saham syariah juga dipicu sentimen negatif yang berhembus dari kawasan regional. Bursa Hong Kong memimpin laju pelemahan bursa Asia setelah muncul laporan Moodys yang menurunkan prospek dari stabil menjadi negatif. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan koreksi 0,353 poin (0,19%) ke level 182,834. Setelah dibuka melemah di 182,993, ISSI masih sempat bergerak menguat ke level 183,563.

Bergerak flat hampir sepanjang perdagangan, pemodal yang mendengar sentimen negatif dari pelemahan bursa Asia membuat ISSI tak berkutik jelang penutupan berakhir. ISSI bahkan sempat terperosok ke level terendah di 182,409.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami pelemahan sebesar 0,077 poin (0,11%). Sementara indeks JII70 melemah 0,192 poin (0,08%) ke level 228,886.

Sentimen negatif yang berhembus dari bursa Hang Seng membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berkutik. IHSG terpangkas 6,890 poin (0,11%) ke level 6.238,153.

1 dari 5 halaman

Properti dan Perkebunan Dijauhi

Investor yang cemas dengan kondisi regional memutuskan untuk melepas portofolio sahamnya. Sasarannya terjadi pada emiten sektor pertanian dan properti. Kedua indeks sektor ini masing-masing turun tajam sebesar 1,98 persen dan 1,17 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang bergerak menguat, yaitu infrastruktur sebesar 1,04 persen, keuangan 0,16 persen, dan industri aneka 0,09 persen

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp1.425, SONA Rp475, SINI Rp175, INTP Rp125, dan CITA Rp100.

Sebaliknya, harga saham PRDA terkoreksi Rp680, INDR Rp570, TCID Rp500, UNTR Rp425, dan PICO Rp310.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis pada perdagangan pukul 16.21 WIB. Kurs dolar melemah 9 poin (0,07%) ke level Rp13.625 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Saham Komoditas Rontok, Indeks Syariah dan IHSG ke Zona Merah

Dream - Indeks syariah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan ini terjadi di tengah laju beberapa bursa regional yang sudah mulai bergerak menguat.

Dari dalam negeri, investor juga memantau sentimen penolakan terhadap omnibus law dan kenaikan BPJS Kesehatan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini, Senin, 20 Januari 2020 menutup perdagangan dengan koreksi 1,287 poin (0,69 %) ke level 183,187. Pasca dibuka di level 184, ISSI terus bergerak turun hingga sesi perdagangan berakhir.

 

 © Dream

 

Aksi jual investor menyeret ISSI ke zona merah dan tersungkur ke 182,962.

Penguatan sesaat juga dialami dua indeks bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic  Index (JII), ditutup melemah 4,604 poin (0,66%) ke level 687,901. Sementara indeks JII70 merosot 1,702 poin (0,74%) ke level 229,078.

Kurangnya aksi beli pada pemodal domestik mem buat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuat tak berdaya. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terkoreksi 46,614 poin (0,74%) ke level 6.245,043.

3 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Terkoreksi

Semua indeks sektoral bergerak melemah terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Indeks pertambangan melemah 1,73 persen dan pertanian 1,40 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah FISH yang harga sahamnya naik Rp290, PICO Rp275, INPP Rp140, JAST Rp140, dan CMNP Rp130.

Sebaliknya, harga SONA terkoreksi Rp1.200, GMTD Rp500, EMTK Rp450, ITMG Rp400, dan INTP Rp375.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dollar AS pada perdagangan pukul Pada 16.32 WIB. Kurs dolar AS turun 11 poin (0,08%) ke level Rp13.634 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal mengekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat jelang sesi penutupan berakhir. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) rontok jelang libur akhir pekan.

Sentimen positif dari bursa regional dan Wall Street tak cukup melirik pelaku pasar untuk melakukan aksi beli saham pada perdagangan Jumat, 17 Januari 2020. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,614 poin (0,33%) ke level 184,474. ISSI langsung terpeleset di awal perdagangan setelah dibuka di level 185,025. Hanya menyentuh level tertinggi di 185,382, ISSI menghabiskan sesi perdagangan di zona negatif.

 

 © Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 183,563.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah yang juga bergerak melemah sejak awal perdagangan. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan koreksi 1,960 poin (0,28%) ke level 692,505.

Sementara Indeks JII70 ditutup melemah 0,510 poin (0,22%) ke level 230,780.

Kondisi berbeda terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil didorong ke zona hijau jelangs sesi penutupan berakhir. IHSG bergerak naik 5,609 poin (0,09%) ke level 6.291,657.

5 dari 5 halaman

Mayoritas Indeks Syariah Melemah

Sebagian besar indeks sektoral bergerak melemah dengan properti merosot paling tajam sekitar 1,26 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor indeks sektor industri aneka 0,58 persen dan perdagangan 0,40 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu pertanian sebesar 0,75 persen, keuangan 0,73 persen, dan industri dasar 0,62 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer jelang libur akhir pekan ini adalah MIDI yang harganya menanjak Rp280, TCPI Rp225, AALI Rp200, OMRE Rp150, dan INTP Rp125.

Sebaliknya top losser saham syariah dihuni saham GMTD yag merosot Rp850, POLL Rp575, MCAS Rp460, PICO Rp240, dan BYAN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Pada perdagangan pukul 16.30 WIB, Kurs dolar AS turun 8 poin (0,06%) ke level Rp13.634 per dolar.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup