ECB Buat Panik Investor, Indeks Syariah `Nyungsep`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 Maret 2019 16:42
ECB Buat Panik Investor, Indeks Syariah `Nyungsep`
Mengapa, ya?

Dream - Pasar saham dunia, termasuk Indonesia, berguguran  setelah terserang sentimen negatif global. Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, yang akan menunda kenaikan suku bunga acuan dan putaran baru pinjaman murah memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. 

Koreksi yang terjadi pada nilai tukar rupiah turut membuat pelaku pasar menjauh dari pasar modal domestik di Harpitnas hari ini, Jumat, 8 Februari 2019. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut sentimen negatif ini dengan longsor ke zona negatif. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang bergerak melemah sepanjang perdagangan, menutup sesi transaksi dengan koreksi 2,573 poin (1,34%) ke level 188,861 sekaligus posisi terendahnya selama perdagangan berlangsung.

Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun sampai 10,874 poin (1,55%) ke level 689,800.

Sementara Indeks JII70, melemah 3,461 poin (1,47%) ke level 231,215.

Tekanan jual akibat koreksi rupiah juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur  cukup dalam. IHSG terkoreksi hingga 74,888 poin (1,16%) ke level 6.383,086.

1 dari 1 halaman

Semua Indeks Sektoral Rontok

Investor menahan diri untuk membeli saham dan memilih melepas saham di semua sektor. Koreksi terdalam dialami sektor infrastruktur, industri aneka, dan industri dasar yang masing-masing melemah 2,58 persen, 2,06 persen, dan 1,37 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya terangkat Rp280, HERO Rp110, CASS Rp100, LINK Rp90, dan EMTK Rp75.

Sayang kenaikan itu sama sekali tak bisa mengangkat laju indeks syariah yang mengalami tekanan jual cukup hebat. Ini terlihat dari laju bluechips syariah di jajaran top losser yang mengalami koreksi cukup dalam.

Top losser saham syariah dialami saham TCPI yang anjlok Rp1.775, disusul UNVR Rp800, INTP Rp525, UNTR Rp500, dan INCO Rp240.

Dolar AS menguat tajam terhadap rupiah. Pada pukul 16.14, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melesat 186 poin (1,29 persen).

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie