Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi beli investor lokal gagal mempertahankan laju indeks syariah di zona positif. Maraknya aksi jual investor jelang penutupan justru menyeret indeks ISSI dan JII melemah.
Turunnya harga saham sejumlah emiten industri aneka melemahkan laju indeks syariah yang sebetulnya dibuka menguat.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 12 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali turun 0,238 poin (0,17%) ke level 140,566.
Pelemahan lebih tajam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 2,402 poin (0,41%) ke level 582,481.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai sesi dari zona positif. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 141,791.
Hal serupa terjadi di jajaran indeks JII. Dibuka menguat di level 586,256, indeks JII justru berbalik arah di sesi penutupan perdagangan.
Papan perdagangan ISSI sebetulnya didominasi penguatan harga saham. Tercatat 87 emiten syariah sukses ditutup menguat. Namun ISSI justru terseret pelemahan harga saham dari 75 emiten diantaranya 16 bluechips syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,41 triliun dengan 24,59 miliar saham berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah yang menyeret indeks syariah melemah adalah UNVR yang turun Rp 575, SMGR Rp 350, SILO dan UNTR Rp 200, dan ASII Rp 175.
Top gainer bluechips syariah dihuni oleh AALI yang naik Rp 550, LPPF, SCMA, dan SMRA dengan kenaikan masing-masing Rp 75 per saham.
Tekanan jual pada emiten industri aneka juga tak mampu dibendung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih beruntung ditutup di zona positif.
IHSG yang sempat melesat ke level tertinggi 4.494,855, hanya bisa menutup perdagangan dengan menguat 10,636 poin (0,24%) ke level 4.462,225.