Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pegawai Di Lokasi Tambang Milik PT Freeport Indonesia. (Foto: Facebook Freeport Indonesia)
Dream – Tambang emas terbesar dunia yang dikelola PT Freeport Indonesia akhirnya jatuh ke tangan Indonesia. Presiden Joko Widodo memastikan holding BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah mencapai kesepakatan soal akuisisi 51 persen saham perusahaan tersebut.
Kesepakatan dilakukan dengan induk perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Freeport McMoran.
Sebelum, Indonesia hanya memiliki saham Freeport Indonesia sebesar 9,36 persen.
“ Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding pertambangan kita, Inalum, telah mencapai kesepakatan awal dengan Freeport tentang pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di BSD, Tangerang, Banten, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Juli 2018.
Jokowi mengatakan kepastian pengalihan saham ini hanya tinggal menunggu proses penandatanganan dari pihak Indonesia dan Freeport McMoran. Dia mengatakan proses peralihan saham ini berjalan cukup alot. Namun, pihaknya bersyukur perundingan itu bisa terselesaikan.
“ Ya, seperti yang kita ketahui, Freeport Indonesia mengelola tambang hampir 50 tahun. (Sudah) 3,5 tahun kita usahakan yang sangat alot dan intens sekali. Ini menyangkut negosiasai yang tidak mudah,” kata dia.
Menurut informasi, penandatangan kesepakatan ini rencananya akan berlangsung pada hari ini pukul 16.00 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Penandatanganan ini akan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Inalum, Budi Gunadi Sadikin, dan perwakilan dari Freeport Indonesia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Septriyan Deni, Pebrianto Eko Wicaksono)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya