Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa, Ada Dampak ke Indonesia?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 1 Februari 2020 13:09
Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa, Ada Dampak ke Indonesia?
Inggris berencana akan membuka kedutaan besar lagi selain Jakarta.

Dream - Jumat, 31 Januari 2020 malam pukul 23.01, Inggris resmi keluar dari Uni Eropa alias Brexit. Keputusan itu juga menjadikan Inggris menjadi negara pertama yang keluar dari Uni Eropa.

Lalu, dengan keputusan Brexit ini apa dampak yang akan dirasakan Indonesia? Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins menilai, Brexit akan memberikan peluang lebih untuk kerja sama antara Indonesia dan Inggris.

" Hubungan kerjasama kami semakin kuat. Kedutaan kami telah tumbuh sekitar 40% sejak referendum pada Juni 2016 –sebelumnya kami hanya memiliki 110 staf, sekarang ada 152," ujar Jenkins dikutip dari Liputan6.com.

Dengan keputusan Brexit itu, kata dia, Inggris juga berencana akan membuka kedutaan besar di provinsi lain. Bukan hanya di Jakarta. Menurutnya, Inggris juga memiliki rencana membuka kedutaan besar baru di negara ASEAN.

" Inggris dan Indonesia sudah berbisnis dengan persyaratan World Trade Organization (WTO), jadi hubungan perdagangan kami tetap sama. Kami telah menandatangani perjanjian yang mirip dengan perjanjian Uni Eropa (UE) tentang kayu legal, untuk menjamin keberlangsungan," ucap dia.

1 dari 4 halaman

Tingkatkan Kerja Sama

Lebih lanjut, Jenkins menerangkan, Inggris dan Indonesia sangat berpeluang untuk membuka lebih banyak kerja sama. Di sektor ekonomi, menurutnya London menjadi tempat yang baik untuk melakukan bisnis. Sebab, London merupakan tempat bisnis terbesar ke enam di dunia.

Jenkins juga menjelaskan, selain sektor ekonomi, Indonesia juga memiliki potensi pariwitasa yang baik. Sektor pendidikan juga menjadi perhatian Inggris untuk bisa dilakukan kerja sama.

2 dari 4 halaman

Efek Brexit, Tiket Terbang ke Inggris Diskon Besar

Dream - Harga tiket penerbangan maskapai Amerika Serikat (AS) ke Inggris didiskon sampai 23 persen. Penurunan harga tiket ini merupakan imbas dari keluarnya negara Ratu Elizabeth dari Uni Eropa (British Exit/Brexit).

Dilansir dari CNN Money, Rabu 13 Juli 2016, banyak maskapai Amerika Serikat yang memangkas harga tiketnya setelah referendum Brexit.

" Jarang melihat ada diskon seperti ini tahun ini," kata kepala spesialis data Hopper--aplikasi travel, Patrick Surry, kepada CNN Money.

Surry mengatakan, berdasarkan data Hopper, rata-rata harga tiket penerbangan dari Inggris ke Amerika sebesar US$800 atau Rp10,48 juta.

Menurut data Hopper, harga tiket penerbangan British Airways dari Amerika Serikat ke Inggris turun 22 persen, Finnair 23 persen, dan United Airlines 11 persen. Penurunan harga ini diakibatkan oleh turunnya minat Amerika Serikat ke Eropa akibat Brexit, serangan teroris di Belgia dan Perancis, serta isu pengungsi.

3 dari 4 halaman

Brexit Berlalu, Indeks Syariah Balik Melaju

Dream - Setelah dua hari terakhir terus dilanda tekanan jual, indeks saham syariah kembali ke zona positif. Kecemasan akan efek Brexit tampaknya sudah dilupakan pelaku pasar.

Para investor justru mulai memalingkan perhatiannya pada Undang-undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Ditambah adanya aksi beli yang meningkat dari investor asing.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil menanjak 0,553 poin (0,35%) ke level 160,560.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 1,624 poin (0,24%) ke level 665,567.

Di awal perdagangan, kedua indeks syariah ini memang sempat dilanda tekanan. Investor masih dicemaskan dengan efek dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun investor sedikit percaya diri setelah tak melihat adanya sinyal aksi jual besar-besaran investor asing.

Hingga sesi penutupan, pemodal asing bahkan meningkatkan porsi beli dengan nett buy hingga Rp 867,36 miliar.

Laju ISSI dan JII yang dibuka melemah pun mulai perlahan-lahan kembali ke zona hijau. ISSI tercatat sempat menyentuh level tertinggi di 160,917 dan terendah di 158,713.

Transaksi perdagangan saham syariah mengalami peningkatan dengan nilai Rp 4,28 triliun dan 40,03 miliar saham yang berpindahtangan.

Aksi beli investor mendorong 101 emiten syariah ditutup menguat di awal pekan ini Sementara 70 lainnya tertekan aksi jual dan 51 emiten bertahan stagnan.

Pergerakan indeks sektoral sedikit variatif dengan kenaikan tertinggi dicetak emiten properti yang naik 1,76 persen. Disusul perdagangan 0,99 persen, dan pertambangan 0,42 persen.

Sebaliknya, indes sektor industri aneka mengalami tekanan dan melemah 0,93 persen. Diikuti barang konsumsi 0,52 persen, manufaktur 0,47 persen, dan keuangan 0,38 persen.

Saham-saham unggulan syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah UNTR dengan kenaikan Rp 825, INTP Rp 400, AALI Rp 200, ICBP Rp 200, dan SILO Rp 125 per saham.

Di jajaran top losser bertengger saham bluechips syariah seperti UNVR yang turun Rp 425, ASII dan PTBA Rp 75, INDF dan SMGR masing-masing Rp 50 per saham.

4 dari 4 halaman

Ini Pengaruh Brexit terhadap Ekonomi Indonesia

Dream - Beberapa hari yang lalu Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Semua pelaku ekonomi khawatir kemenangan kubu Brexit ini akan berdampak signifikan. Bagaimana dengan Indonesia? 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara, memastikan perekonomian Indonesia saat ini memiliki ketahanan ekonomi yang baik. BI menyebut stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dan tecermin dari inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, dan nilai tukar yang relatif stabil.

Ketahanan ekonomi ini diyakini mampu menjaga perekonomian Indonesia terhadap dampak hasil referendum di Inggris.

" BI memandang bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) berdampak relatif terbatas pada perekonomian domestik, baik di pasar keuangan maupun kegiatan perdagangan dan investasi," kata Tirta di Jakarta dikutip dalam keterangannya, dikutip Dream, Senin 27 Juni 2016.

Di pasar keuangan domestik dan di tengah terjadinya pelemahan pasar uang Eropa dan Asia, nilai tukar rupiah relatif stabil. Sementara itu, pasar saham Indonesia juga mengalami koreksi relatif terbatas, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Korea Selatan, India, dan Thailand.

Selain di pasar keuangan, dalam jangka menengah, Tirta mengatakan dampak Brexit melalui jalur perdagangan juga diyakini relatif terbatas. Pangsa pasar ekspor Indonesia ke Inggris hanya sekitar 1 persen dari total ekspor Indonesia.

" Meskipun demikian, dampak lanjutan dari terganggunya hubungan perdagangan UK-Eropa perlu dicermati mengingat pangsa ekspor Indonesia ke Eropa (di luar Inggris) mencapai 11,4 persen pada tahun 2015," kata dia.

Tirta juga mengatakan sebagian besar ekspor Indonesia ke Eropa adalah bahan baku dan mentah. Sementara itu, dampak pada kinerja investasi di Indonesia juga diprediksi terbatas. Dalam lima tahun terakhir, pangsa penanaman modal asing langsung dari Inggris terhadap total penanaman modal asing di Indonesia tercatat di bawah 10 persen.

Bank sentral ini juga akan terus mencermati potensi risiko yang muncul dari hasil referendum di Inggris. " BI akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk memonitor perkembangan perekonomian global, serta tetap mendukung langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penguatan stimulus pertumbuhan dan percepatan implementasi reformasi struktural," kata dia.

Beri Komentar