Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sejak heboh isu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan `haram` sekitar bulan Agustus lalu, terlontar adanya rencana `mensyariahkan` instansi ini.
Ada rencana pembentukan badan lain di luar BPJS Kesehatan saat ini dengan nama BPJS Kesehatan Syariah, tetapi ada juga rencana peluncuran produk baru syariah dari BPJS Kesehatan.
Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani menyatakan, terus melakukan pembicaraan dengan pihak BPJS Kesehatan dan Dewan Syariah Nasional (DSN).
Hingga saat ini, telah diputuskan bahwa cara `mensyariahkan` badan ini dengan penyediaan produk syariah.
" Memang ada pembicaraan terus yang agak alot dengan DSN. Jadi nanti kita buat produk syariah saja, setornya ke bank syariah," ujar Firdaus di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, langkah ini merupakan langkah yang mudah dilakukan dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan harus membuat badan baru, BPJS Kesehatan Syariah.
" Kalau produk ini mudah-mudahan tahun 2016 sudah bisa jalan, meski direksinya ganti, tidak ada masalah," tegasnya.
Lebih lanjut, Firdaus mengungkapkan BPJS Kesehatan saat ini pun tidak memiliki investasi dari hasil pungutannya. Bahkan, badan ini justru selalu menanggung defisit untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat seluruh Indonesia yang telah terdaftar sebagai anggota.
" BPJS ini tidak ada investasinya, malah defisit. Tahun 2014, defisit bisa sampai Rp 5 triliun, tahun 2015 ini sepertinya bisa Rp 3 triliun," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya