Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Musim liburan telah tiba dan orang-orang sibuk menyiapkan segala hal untuk menyambutnya. Dengan begitu banyak antusiasme dalam menyambut liburan.
Rata-rata orang akan menghabiskan lebih dari US$ 805 selama musim liburan dengan US$ 460. Semua dihabiskan untuk hadiah untuk anggota keluarga, menurut survei yang dilakukan oleh National Retail Federation pada tahun ini.
Meski itu adalah uang kita sendiri, bukan berarti kita harus menghabiskannya untuk belanja sembarangan.
Seperti dikutip dari Lifehack, berikut adalah beberapa tips yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika belanja selama liburan:
Yang Boleh Dilakukan:
1. Merencanakan Anggaran
Sebelum Anda pergi ke pusat perbelanjaan atau toko online, pertama pastikan total anggaran Anda untuk liburan. Kemudian, tulis daftar semua orang yang mungkin akan Anda belikan hadiah. Setelah itu, bagi jumlah hadiah sesuai dengan total anggaran Anda.
Dari situ, Anda akan mengetahui berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk masing-masing orang.
Mungkin Anda punya hadiah khusus untuk orang-orang tertentu. Hal itu tidak dilarang, asalkan Anda mengurangi anggaran untuk hadiah yang lainnya.
2. Manfaatkan Peluang
Anda harus fleksibel dan bisa menangkap peluang ketika belanja hadiah. Anda mungkin belanja hadiah lebih awal dengan memanfaatkan momen tertentu, seperti Black Friday, Hari Belanja Online Nasional, atau Singles Day.
Selain itu cari informasi soal hadiah yang akan dibeli secara online, termasuk harga dan diskon, jika ada. Jika perlu lakukan perbandingan harga yang biasanya tersedia di situs khusus perbandingan harga, seperti PriceGrabber, Telunjuk, PriceArea, PricePanda dan sebagainya.
3. Manfaatkan Diskon Kartu Kredit
Anda pernah mendapat diskon 15% atau potongan harga yang lumayan ketika menggunakan kartu kredit saat membeli barang atau jasa? Itu adalah penghematan yang signifikan, terutama ketika dikombinasikan dengan item yang sudah dijual!
Meski kebanyakan orang akan memberitahu Anda untuk menghindari hal seperti itu, faktanya adalah, jika Anda melunasi kartu kredit secara teratur, itu adalah manfaat ganda. Pastikan Anda disiplin dalam melunasi saldo kartu kredit di bulan pertama.
4. Manfaatkan Bebas Ongkos Kirim
Tidak ada gunanya membeli barang yang murah dengan diskon jika dikenakan biaya ongkos kirim yang mahal. Pastikan untuk membeli barang dari toko online yang menyediakan fasilitas bebas ongkos kirim.
Jika memang harus membayar ongkos kirim, pastikan untuk membeli barang dalam jumlah besar dengan minta diskon. Anda juga harus belanja barang lebih awal agar barang bisa dikirim dengan cepat tanpa perlu menambah biaya ekstra.
5. Mendapat Rewards
Musim liburan toko-toko biasanya menggelar banyak rewards untuk para pelanggannya. Dapatkan rewards sebanyak-banyaknya (biasanya jika membeli menggunakan kartu kredit) dan gunakan untuk pembelian Anda.
Jika digunakan secara benar, Anda akan mendapatkan keuntungan 2% sampai 5% untuk kartu kredit premium dan 1% untuk kartu kredit lainnya.
Menggunakan kartu kredit juga memberikan jaminan pembelian, melindungi Anda dari kerusakan atau pencurian selama 90 hari setelah pembelian.
Yang Tidak Boleh Dilakukan:
1. Hindari Belanja Melebihi Anggaran
Liburan seharusnya menyenangkan. Tapi jika berutang demi untuk membeli hadiah adalah ide yang konyol. Tetap pada rencana anggaran liburan Anda. Anda tidak perlu memperkaya orang lain dengan memberi hadiah. Jika mereka meminta dengan paksa, mulailah mencari teman baru.
2. Jangan Pelit, Tapi Hemat
Ada perbedaan antara menjadi pelit dan hemat. Berhemat berarti Anda akan mencari harga paling murah dari barang yang akan dijadikan hadiah. Pelit berarti Anda bersedia mengorbankan kualitas untuk harga dan mendapatkan barang berkualitas rendah, hanya karena lebih murah.
3. Jangan Beli, Jika Bisa Dibuat Sendiri
Jika Anda bisa menjahit atau menyulam atau membuat kue, Anda bisa menjadikan hasil karya Anda itu sebagai hadiah. Ini akan lebih murah tapi berkesan bagi Anda dan orang yang Anda beri hadiah.
4. Waspadai Barang yang Tak Bisa Dikembalikan
Membeli barang dari toko online bisa menjadi hal yang tidak pasti, karena banyak dari mereka adalah penjual akhir. Kecuali Anda positif barang itu tidak akan dikembalikan, Anda mungkin ingin menunda pembelian.
Sebuah penjualan akhir berarti Anda tidak dapat mengembalikan atau menukar barang. Jadi sebaiknya menghindari barang yang tidak bisa dikembalikan atau memastikan bahwa barang yang sudah dibeli adalah hadiah yang tepat.
5. Jangan Membayar Ongkos Pengembalian Barang
Tidak semua hadiah bisa diterima. Namun sebagian pembelian saat ini dilakukan secara online, sehingga proses mengembalikan barang menjadi hal yang rumit. Untuk itu pastikan setiap membeli barang, toko online tidak menyertakan ongkos pengembalian barang. Biasanya ini berlaku untuk pakaian. Mencari toko online yang tidak menyertakan ongkos pengembalian barang adalah penting. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya