Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - PT BNI Syariah telah menetapkan target pertumbuhan perusahaan di tahun ini sebesar 14-16 persen. Bukan target yang optimis, tetapi cukup realistis melihat risiko dan peluang yang ada di tahun 2016.
"Masih cukup konservatif, tetapi optimismis karena di triwulan I, Bank Indonesia (BI) sudah turunkan ratenya. Ini signal bagus untuk mendorong kinerja ekonomi yang sudah terasa melambat di semester dua tahun lalu." ujar Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono di Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.
Menurut Imam, untuk mencapai target tersebut beberapa strategi telah direncanakan. Seperti memperkuat sinergi dengan bank induk menggunakan seluruh fasilitas bank induk, baik outlet, maupun teknologi.
"Kita rencanakan lebih kencang lagi sinergi BNI Syariah dengan induk," tegasnya.
Begitupun dengan rencana program Laku Pandai. Imam menyatakan rencana itu sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) BNI Syariah tahun ini. Hanya saja, platform yang digunakan merupakan pengembangan dari bank induk.
"Kalau pembukaan rekening dan produk standar, kami memanfaatkan jaringan yang dibangun BNI. Lalu mencari agen, untuk me-manage agen ini diakui tidak mudah agar mereka bisa optimal menjadi agen laku pandai," paparnya.
Sementara untuk menahan pembiayaan macet agar tidak melebihi realisasi tahun ini yang sebesar 2,53 persen, BNI Syariah masih fokus pada pembiayaan perumahan untuk rumah pertama.
Saat ini, komposisi pembiayaan di perumahan sebesar 55 persen dari keseluruhan pembiayaan dengan NPF kurang dari dua persen. Hal ini menandakan, pembiayaan di sektor ini masih cukup stabil di tengah gonjang-ganjing kondisi ekonomi.
"Ke depannya, kita masih tetap jaga NPF di sisi bisnis proses dan model, kita masih main di griya rumah pertama. NPF-nya relatif kecil di bawah 2 persen, sedangkan komersial di atas 2 persen," pungkasnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari