Ini Strategi Bisnis BNI Syariah di 2016

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 27 Januari 2016 09:03
Ini Strategi Bisnis BNI Syariah di 2016
BNI syariah telah merancang strategi menghadapi 2016. Ada sektor yang mereka sasar agar pembiayaan macet yang meningkat.

Dream - PT BNI Syariah telah menetapkan target pertumbuhan perusahaan di tahun ini sebesar 14-16 persen. Bukan target yang optimis, tetapi cukup realistis melihat risiko dan peluang yang ada di tahun 2016.

" Masih cukup konservatif, tetapi optimismis karena di triwulan I, Bank Indonesia (BI) sudah turunkan ratenya. Ini signal bagus untuk mendorong kinerja ekonomi yang sudah terasa melambat di semester dua tahun lalu." ujar Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono di Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.

Menurut Imam, untuk mencapai target tersebut beberapa strategi telah direncanakan. Seperti memperkuat sinergi dengan bank induk menggunakan seluruh fasilitas bank induk, baik outlet, maupun teknologi.

" Kita rencanakan lebih kencang lagi sinergi BNI Syariah dengan induk," tegasnya.

Begitupun dengan rencana program Laku Pandai. Imam menyatakan rencana itu sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) BNI Syariah tahun ini. Hanya saja, platform yang digunakan merupakan pengembangan dari bank induk.

" Kalau pembukaan rekening dan produk standar, kami memanfaatkan jaringan yang dibangun BNI. Lalu mencari agen, untuk me-manage agen ini diakui tidak mudah agar mereka bisa optimal menjadi agen laku pandai," paparnya.

Sementara untuk menahan pembiayaan macet agar tidak melebihi realisasi tahun ini yang sebesar 2,53 persen, BNI Syariah masih fokus pada pembiayaan perumahan untuk rumah pertama.

Saat ini, komposisi pembiayaan di perumahan sebesar 55 persen dari keseluruhan pembiayaan dengan NPF kurang dari dua persen. Hal ini menandakan, pembiayaan di sektor ini masih cukup stabil di tengah gonjang-ganjing kondisi ekonomi.

" Ke depannya, kita masih tetap jaga NPF di sisi bisnis proses dan model, kita masih main di griya rumah pertama. NPF-nya relatif kecil di bawah 2 persen, sedangkan komersial di atas 2 persen," pungkasnya.

Beri Komentar