Dream - Keberlangsungan bisnis angkutan online di Indonesia sepertinya masih akan panjang. Salah satu operator moda transportasi online, Grab mengaku telah menyiapkan dana investasi US$ 700 juta, sekitar Rp9,34 triliun.
Anggaran investasi untuk empat tahun ke depan itu disiapkan untuk menghadapi persaiangan bisnis aplikasi transportasi online yang makin ketat.
Grab rencananya akan memfokuskan penggunaan anggaran itu untuk investasi di bidang penelitian dan pengembangan. Rencananya kantor ini akan berlokasi di Jakarta dan bakal merekrut 150 ahli TI dalam dua tahun ke depan.
Perusahaan juga akan mengalokasikan US$ 100 juta untuk pengembangan startup entrepreneur sebagia misi sosial membawa Indonesia memasuki dunia digital.
Kantor pusat Grab yang berpusat di Singapura mengaku menghadapi persaingan bisnis transportasi online di Indonesia semakin ketat. Setidaknya Grab harus bersaing dengan operator asal Amerika, Uber dan perusahaan lokal, Go-Jek.
" Kami bersemangat untuk menggunakan investasi signifikan untuk masa depan Indonesia serta mempercepat proses transisi menuju ekonomi digital yang terintegraso," kata Co-founder Grab, Anthony Than.
Kabar ini muncul setelah Grab sebelumnya mengumumkan menggandeng mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebagai salah satu komisaris perusahaan.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global