Investor Cemas, Indeks Syariah Terpuruk di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 27 Juli 2015 16:22
Investor Cemas, Indeks Syariah Terpuruk di Awal Pekan
IHSG terhempas dari level 4.800 setelah terkoreksi hingga 85 poin.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia berguguran diterpa gelombang aksi jual investor. Kepanikan pemodal membuat harga tak ada satu sektor sahampun yang selamat dari pelemahan.

Investor cemas seiring akan dilakukannya pertemuan bulanan bank sentral AS, The Fed. Terbukti, asing menarik dana hingga lebih dari Rp 500 miliar dari pasar modal domestik.

Kinerja emiten yang dikhawatirkan tak sesuai ekspektasi juga membuat investor tak mau berlama-lama menyimpan portofolionya.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas hingga 2,828 poin (1,82%) ke level 152,679.

ISSI terseret arus koreksi harga saham yang melanda 152 emiten syariah. Menguatnya harga saham 45 emiten ISSI dan 35 lainnya yang bertahan stagnan tak mampu melawan arus pelemahan.

Transaksi jual beli saham syariah awal pekan ini relatif ramai dengan dana Rp 2,49 triliun. Sebanyak 30,46 miliar saham jadi objek transaksi pemodal.

Dengan penutupan ini, ISSI tak berkutik sepanjang perdagangan awal pekan ini. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 155,252 dan terendah di 152,679.

Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Hanya menyisakan satu emiten unggulan di zona hijau, Jakarta Islamic Index (JII) menutup awal pekan di level 632,142 atau melemah 14,794 poin (2,29%).

JII tak kuasa melawan koreksi harga yang menimpa hampir seluruh saham unggulan syariah atau 28 emiten.

Dengan transaksi bernilai Rp 1,38 triliun, JII hanya mampu menyentuh level tertinggi di 645,012. Indeks unggulan syariah ini semakin terpuruk setelah investor menggelar aksi jual jelang penutupan perdagangan.

Tanpa adanya satu sektor saham pun yang menguat, bursa saham Indonesia memang terpuruk di awal pekan ini. Dimotori emiten sektor industri dasar dan perkebunan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 85,310 poin (1,76%) ke level 4.771,285.

Lanati bursa yang mulai dipadati investor berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 4,52 triliun.

Tak cuma pasar modal Tanah Air, indeks saham utama di kawasan regional juga tak lepas dari tekanan. Indeks Hang Seng dan Nikkei Jepang sore ini ditutup melemah 0,95 persen dan 3,09 persen.

Sementara itu, kurs rupiah masih belum berkutik. Menguat dolar AS membuat rupiah sore ini melemah 13 poin (0,10%) ke level 13.427 per dolar AS.

Beri Komentar