Jasa Marga Lirik LPI untuk Pendanaan Asset Recycling Program

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 10 Maret 2021 16:35
Jasa Marga Lirik LPI untuk Pendanaan Asset Recycling Program
Perusahaan ini berharap lembaga itu bisa menjadi sumber pendanaan yang lain untuk proyek jalan tol.

Dream – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sudah diresmikan pada Desember 2020. PT Jasa Marga Tbk (Persero) memanfaatkan lembaga itu untuk alternatif baru untuk aset recycling program.

Atau, sumber pendanaan yang dapat mendaur ulang proyek jalan tol yang akan dilakukan untuk proyek baru yang dibangun.

“ SWF ini merupakan alternatif untuk program yang kita sebut dengan asset recycling program. Jadi asetnya itu di recycle, jadi tidak full divestment, dimana kita masih menggunakan dananya untuk berinvestasi dalam tol yang baru,” kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal, dalam webinar Senin 8 Maret 2021.

Dengan adanya sovereign wealth fund (SWF), BUMN itu bisa mendapatkan dana segar yang mendukung kegiatan operasional. Dana ini bisa mendukung program recycling dari proyek yang ada, serta dapat memperbaiki struktur permodalan Jasa Marga.

BUMN itu menargetkan 2-3 tol yang akan dieksekusikan tahun ini. Sisanya akan dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut data dari Jasa Marga, saat ini mereka memiliki 34 konsesi jalan tol (1.603 km) dan telah mengoperasikan (1.191 km) jalan tol. Jasa Marga menggandakan bisnis dengan cara menambah pengoperasian jalan tol di Indonesia dan menargetkan 2-3 perusahaan dengan indikasi proceed Rp1,5 triliun-Rp3 triliun.


(Laporan: Yuni Puspita Dewi)

1 dari 3 halaman

Jasa Marga Sudah Sekat Tol Jakarta-Cikampek, di Sini Lokasinya

Dream – PT Jasa Marga Trans Jawa Tollroad Regional Division (JTT) mulai menyekat atau membatasi kendaraan di sejumlah titik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pemberlakuan penyekatan di sejumlah titik Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini telah dimulai dini hari tadi, Jumat 24 April 2020 pukul 00.00 WIB.

General Manager Representative Office 1 Regional JTT, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan ada dua titik penyekatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“ Penyekatan untuk pengguna jalan arah Cikampek adalah di Cikarang Barat KM 28. Sementara itu, penyekatan untuk pengguna jalan arah Jakarta terletak di Karawang Barat KM 47,” kata Miko di Cikarang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis.

Selain dua titik ini, Miko juga menjelaskan adanya penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated di kedua arah atas diskresi Kepolisian. “ Diberlakukan di jam yang sama dengan penyekatan di Cikarang Barat dan Karawang Barat, 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. JTT mendukung dengan penempatan petugas dan perambuan,” kata dia.

Penyekatan jalan tol dilakukan untuk membatasi keluar masuknya kendaraan pribadi dan angkutan penumpang di wilayah Jabodetabek, kecuali kendaraan dinas, petugas, ambulans, pemadam kebakaran serta angkutan logistik.

Miko meminta masyarakat untuk menaati peraturan yang diterapkan pemerintah terkait pelarangan mudik untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

“ Untuk mengetahui informasi terkini terkait jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga, pengguna jalan tol juga dapat mengakses Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Volume Kendaraan di Jalan Tol Jabodetabek Anjlok karena Corona

Dream – Sejak ada imbauan Work From Home (WFH) pada 16 Maret 2020, PT Jasa Marga Tbk (Persero) mencatat penurunan volume kendaran yang melintas di ruas jalan tol. Penurunan ini berlanjut saat dimulai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Corporate Communication and Comunnity Development Group Head, Dwimawan Heru, mengatakan, tren penurunan terjadi di gerbang tol utama yang berbatasan dengan wilayah Jabodetabek.

“ Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta Cikampek (akses arah Timur), GT Cikupa Exit Jalan Tol Jakarta-Merak (akses arah barat) dan GT Ciawi 2 Jalan Tol Jagorawi (akses arah Selatan),” kata Dwimawan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 19 April 2020.

 

© Dream

 

Berikut ini rinciannya:

  1. 7 hari sejak imbauan WFH (16-22 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 12 persen, GT Cikupa Exit sebesar 14 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 19 persen.
  2. 14 hari sejak imbauan WFH (16-29 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 15 persen GT Cikupa Exit sebesar -19% dan GT Ciawi 2 sebesar 26 persen.
  3. Yang paling terkini, yaitu 28 hari sejak imbauan WFH dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB (16 Maret 2020-13 April 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 27 persen, GT Cikupa Exit sebesar 26 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 35 persen.
3 dari 3 halaman

Penurunan Terjadi di Tol Jarak Jauh Antar Kota

Tidak hanya di Jalan Tol Jasa Marga Group yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, Jasa Marga juga mencatat adanya penurunan lalu lintas di ruas jalan tol jarak jauh antar kota. Sebagai contohnya di Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola oleh Jasa Marga Group, terjadi penurunan sekitar 34 persen dari LHR normal.

Dwimawan mengatakan pihaknya akan mengoperasikan jalan-jalan tol yang dikelola di Indonesia untuk mendukung distribusi logistik.

“ Jasa Marga juga menghimbau pengguna jalan yang masih menggunakan jalan tol, khususnya di wilayah-wilayah yang diberlakukan PSBB, untuk mematuhi ketentuan khususnya jumlah maksimal penumpang didalam kendaraan, dalam rangka menjalankan prinsip physical distancing,” kata dia.

Beri Komentar