8 Kamera Jasa Marga Pantau Kecepatan Pengguna Jalan Tol, Cek Lokasinya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 24 September 2019 17:12
8 Kamera Jasa Marga Pantau Kecepatan Pengguna Jalan Tol, Cek Lokasinya
Kamera ini akan merekam pelanggaran yang terjadi di tol. Pelanggar dipastikan akan dikenakan tilang elektronik

Dream – PT Jasa Marga Tbk (Persero) mendukung penerapan tilang elektronik di jalan tol dengan menyediakan delapan kamera CCTV di ruas tol di bawah pengelolaannya. Perusahaan pelat merah ini berharap kamera itu bisa merekam pelanggaran pengguna jalan tol.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 23 September 2019, Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur, mengatakan perusahaan telah memiliki kamera analitik. Dengan begitu, penerapan electronic traffic law enforcement (ETLE) relatif lebih mudah dilakukan.

“ ETLE akan diimplementasikan di jalan tol wilayah Jabodetabek,” kata Subakti di Jakarta.

Sekadar informasi, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas berbasis teknologi informasi yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi pelanggaran lalu lintas.

Ada delapan titik yang akan dipasang kamera CCTV. Rinciannya, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Jagorawi, dan JORR Non S.

1 dari 5 halaman

Ada Rambu-rambu

Subakti juga menjelaskan, nantinya untuk mempermudah sosialisasi kepada pengguna jalan, Jasa Marga juga akan mempersiapkan rambu-rambu yang mengindikasikan bahwa di wilayah jalan tol tersebut telah dipasang Speed Camera.

“ Nantinya akan ada rambu-rambu sehingga pengguna jalan juga dapat menerima informasi dengan baik. Saat ini semuanya masih dalam proses integrasi antara Speed Camera milik Jasa Marga dan sistem ETLE Polda Metro Jaya. Ditargetkan awal bulan depan sudah bisa diluncurkan secara resmi,” tambahnya.

Subakti juga menjelaskan teknisnya adalah speed camera akan memotret kendaaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan di ruas jalan tol yang diberlakukan ETLE. Lalu data hasil capture speed camera yang ada di Jasa Marga secara otomatis terintegrasi dengan database yang ada di Polda Metro Jaya untuk kemudian diproses lanjut oleh Polda Metro Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.

2 dari 5 halaman

Tilang Elektronik di Jalan Tol Berlaku Bulan Depan, 12 Kamera Siap Mengintai

Dream – Sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) akan diuji coba di sejumlah ruas tol pada Oktober 2019. Perangkat ETLE punya fitur baru yang membuat kinerjanya lebih cekatan membaca pelanggaran di jalan tol.

Dikutip dari NTMC Polri, Jumat 20 September 2019, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komusaris Besar, M. Nasir mengatakan fitur baru tersebut mampu menjerat pengemudi yang ugal-ugalan atau pelanggar batas kecepatan.

 

 © Dream

 

Kamera ETLE juga bisa membaca kendaraan truk yang kelebihan muatan alias ODOL (over dimension over load). Kelebihan ETLE lain yaitu membaca kendaraan yang tidak terdaftar atau ‘bodong’.

“ Jadi sistem-sistem itu sekarang masih dibuat dan dipelajari dulu, misal bagaimana bisa CCTV tahu kendaraan itu overloading,” kata Nasir di Jakarta.

3 dari 5 halaman

CCTV Ditempatkan di Mana?

Menurut Nasir, PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan Ditlantas Polda Metro Jaya bakal memfokuskan penempatan CCTV disebar di ruas tol dalam kota.

“ Berapa titiknya nanti, tapi di tol dalam kota dulu. Nanti ada penambahan, yang penting sistem berjalan dahulu, semua terkoneksi, baru nanti tinggal tambah,” kata dia.

Sebelumnya Polda Metro Jaya juga sudah menggandeng Transportasi Jakarta untuk menerapkan tilang CCTV di jalur Transjakarta. Kamera tilang itu berfungsi menindak pelanggar lalu lintas.

Seperti diketahui, tilang CCTV telah diberlakukan sejak Oktober 2018 dan pada 1 Juli 2019 fitur lebih canggih yang bisa mengambil gambar sampai ke kabin mobil diterapkan.

Menurut Nasir sudah 12 titik kamera terpasang untuk pengawasan tilang CCTV. Sementara itu targetnya ada 81 kamera yang tersebar di seluruh Jakarta.

“ Ketika 12 titik sudah berjalan sempurna mampu mengurangi pelanggar, kami akan kembangkan ke seluruh wilayah yang infonya akan menjadi 81 titik di seluruh Jakarta,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Begini Cara Urus Tilang Elektronik

Dream – Tilang elektronik resmi berlaku untuk kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Pengawasan pun kali ini lebih ketat.

Pengendara mobil yang kedapatan tak memakai sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika berkendara, siap-siap mendapatkan surat tilang.

Kalau terkena denda tilang elektronik, bagaimana cara mengurusnya?

Tahapan pertama mekanisme tilang ini adalah polisi memverifikasi kendaraan yang tertangkap kamera CCTV. Setelah itu, polisi mengirim surat konfirmasi bersama foto bukti pelanggaran.

Nantinya, pemilik kendaraan memverifikasi apakah kendaraan yang “ terciduk” itu kendaraannya atau bukan.

 

 © Dream

Setelah menerima surat konfirmasi, pelanggar harus mengonfirmasi melalui www.etle-pmj.info apakah dia melanggar lalu lintas atau tidak. Pelanggar diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi.

“ Kalau memang tidak benar, ada respons dari pemilik kendaraan itu bahwa ‘Oh, ya, memang benar saya’ (atau) ‘Bukan saya’, sehingga kami mengirim tilangnya nanti sesuai siapa yang melanggar,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf, di Jakarta.

Menurut Yusuf, ada kode pembayaran virtual melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Denda tilangnya dibayar melalui bank dan tidak akan mengikuti sidang. Dengan begitu, masalah selesai.

" Kalau pelanggar mau sidang karena merasa tidak bersalah, ada waktu tujuh hari," kata Yusuf. Pelanggar juga bisa membayar secara manual di Posko ETLE di Pancoran, Jakarta Selatan.

5 dari 5 halaman

Duh, STNK Bisa Diblokir

Sahabat Dream perlu mengingat bahwa denda tilang elektronik ini harus dibayar. Jika tidak, nantinya STNK kendaraan akan diblokir. “ Kalau belum, berarti nanti ada pemblokiran,” kata Yusuf.

Dikutip dari Liputan6.com, Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, mengatakan blokir surat-surat kendaraan akan dilakukan jika tak ada konfirmasi setelah surat diberikan. Kalau sudah diblokir, pemilik kendaraan tak bisa membayar pajak dan melakukan pengubahan identitas.

Jika maksimal 14 hari tidak ada konfirmasi, atau sudah konfirmasi tapi dendanya tidak dibayar maka STNK nya akan diblokir di Samsat. Jadi tidak bisa bayar pajak dan tidak bisa ubah identitas sampai dia melunasi," kata dia.

Beri Komentar