Jasa Raharja Siap Cairkan Santunan Korban Lion Air JT 610

Reporter : Syahid Latif
Senin, 29 Oktober 2018 15:45
Jasa Raharja Siap Cairkan Santunan Korban Lion Air JT 610
Santunan diberikan untuk korban meninggal dan luka-luka.

Dream – PT Jasa Raharja (Persero) turut berduka cita atas kecelakaan Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. Perusahaan pelat merah ini menyiapkan santunan untuk korban kecelakaan Lion Air JT 610.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 29 Oktober 2018, Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo S, mengatakan santunan ini diberikan untuk korban meninggal dunia dan korban luka-luka.

“ Bahwa berdasarkan UU No 33 dan PMK No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia, maka Jasa Raharja siap menyerahkan hak santunan sebesar Rp50 juta,” kata Budi di Jakarta.

Dia mengatakan BUMN ini akan menjamin biaya perawatan rumah sakit untuk korban luka-luka kecelakaan Lion Air JT 610.

“ Dengan biaya perawatan maksimum Rp25 juta,” kata Budi.

Budi mengatakan Jasa Rahaja yang telah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Pihak Lion Air, serta hadir langsung di Crisis Center Bandara Dipati Amir Pangkal Pinang, Kantor Lion Air Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta dan Kantor BASARDA DKI Jakarta. Dia ingin memastikan keterjaminan dari para penumpang.  

(ism)

1 dari 3 halaman

Unggahan `Gelap` Pramugari Lion Air Alfiani, 3 Jam Sebelum Terbang

Dream - Alfiani Hidayatul Solikah, salah satu pramugari Lion Air JT 610 yang jatuh, sempat mengunggah video di akun instagram nya, @alfianihidayatulsolikah.

Ia mengunggah sebuah video seperti ungkapan kegelisahannya di instastory, Senin dini hari 29 Oktober 2018. Dalam video itu, Alfiani merekam pemandangan luar yang gelap pada pukul 02.50 WIB pagi.

Cupilkan instastory Alfiani Hidayatul Solikah© Instagram Alfiani Hidayatul Solikah

Video yang direkam tiga jam sebelum ia berangkat, terlihat keadaan sekitarnya yang sangat sepi.

Selain itu dalam postingan yang ia bagikan sekitar 3 hari lalu, wanita kelahiran Desember 1998 ini sempat membagikan foto dengan keterangan yang punya makna mendalam.

" it's dark inside, i want save that light." (Di dalam kegelapan, saya ingin menyimpan cahaya)," tulisnya.

Di foto itu terlihat Alfiani berfoto dengan mengenakan hijab diterangi banyak lampion yang ada di atas kepalanya.

Akun sosial media Alfiani langsung dibanjiri komentar warganet yang berharap korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Alfiani merupakan salah satu dari 7 awak pesawat Lion Air, berikut nama-nama awak lainnya: 

Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia 
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda
Flight Attendant: Deny Maulana

(ism) 

2 dari 3 halaman

Merinding, Suami Tasya Kamila Terbang 10 Menit Sebelum Lion Air yang Jatuh

Dream Tasya Kamila gelisah saat membaca berita jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018 . Mantan artis cilik yang baru menikah ini pantas khawatir karena sang suami, Randi W Bachtiar, baru bertolak di hari yang sama.  

Mengutip unggahan instastory di akun Instagramnya, Tasya mengatakan pesawat suami berangkat 10 menit lebih cepat dari Lion Air yang dipastikan jatuh dan mengangkut ratusan penumpang dan awak kabin tersebut. 

" pswtnya cm beda 10 menit ttake off nya sama flight suamikuu pagi ini,"  dilihat Dream dari unggahan Instastorynya.

Dalam unggahannya, Tasya yang mem-posting berita pemberitaan pesawat Lion Air yang jatuh menyatakan sedih sekaligus merinding mendengar kabar tersebut.

tasya kamila© tasya kamila

"  Innalillahi wa innailaihi rajiun...Sedih dan merinding bgt bacanya," tulis Tasya Kamila, diakses Dream, Senin 29 Oktober 2018.

Diketahui pesawat Lion Air JT-610 diterbangkan dari Bandara Soekarno pukul 06.33 WIB Hatta menuju Pangkal Pinang. Pesawat itu mengangkut 189 orang penumpang dan awak pesawat.

3 dari 3 halaman

Bhavye Suneja, Pilot Lion Air yang Jatuh Punya 6000 Jam Terbang

Dream - Bhavye Suneja, kapten pilot Lion Air JT-610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi 29 Oktober 2018, diketahui sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang.

" Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot Harvino telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang, ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis.

Selain Bhavye dan Harvino, enam awak kabin lainnya yang bertugas pada pesawat Lion Air yang jatuh itu adalah Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Danang menambahkan, Lion Air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait serta semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.

Terkait dengan kejadian ini Lion Air membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002. " Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut" .

(ism)

Beri Komentar