Jatim Pelopor Keuangan Syariah Indonesia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 5 November 2014 16:23
Jatim Pelopor Keuangan Syariah Indonesia
"Tempat melakukan hal itu semua ada di Jawa Timur," tegas Gubernur Jawa Timur, Soekarwo

Dream - Jawa Timur (Jatim) bakal menjadi proyek percontohan pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Dukungan Pondok Pesantren (Ponpes) diharapkan bisa membumikan sistem keuangan Islami ini di kota ujung Pulau Jawa tersebut.

" Tempat melakukan hal itu semua ada di Jawa Timur," tegas Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Hal itu disampaikan Soekarwo dalam penandatangan nota kesepahaman antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan 17 pengasuh Ponpes di sela Bincang Nasional tentang Pemberdayaan Lembaga Pesantren dalam Menjawab Tantangan Global serta Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kantor Perwakilan BI, Surabaya, Rabu, 5 November 2014.

Soekarwo mengaku heran, dengan 96,7 persen penduduk muslim di Indonesia, baru sekitar 5 persen yang telah menggunakan jasa keuangan syariah.

Selain itu, pembiayaan syariah selama ini juga dianggap masih terlalu mahal dibandingkan konvensional. " Harusnya bisa lebih murah dari konvensional. Baru ini bisa membumi menjadi landasan filosofis Islam," katanya.

Sebagai provinsi besar, Jatim dianggap memiliki potensi keuangan syariah yang cukup besar. Tercatat 36,7 juta penduduk Jatim beragama Islam.

Dukungan jasa keuangan syariah juga sudah mulai terasa dengan kehadiran 23 Bank Umum Syariah, 31 Unit Usaha Syariah, 31 Bank Perkreditan Syariah, serta lembaga non perbankan lain yang bergerak dengan prinsip syariah.

Pertumbuhan ekonomi yang dicapai Jatim juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pada sementer I-2014, ekonomi Jatim tumbuh 6,17 persen ata 1 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.

Sumber pertumbuhan ekonomi Jatim juga kini mulai beralih dari pertanian ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Diikuti industri pengolahan dan pertanian.

Di sisi perdagangan, Jatim telah melakukan transaksi dengan 26 provinsi di Indonesia dengan membukukan surplus hingga Rp 80 triliun. Sayang tingginya laju impor, membuat neraca perdagangan luar negeri Jatim masih mencatat defisit.

" Ini pasar yang luar biasa kalau Ponpes bisa dilatih keahlian entrepreneurship," ujar Pakde Karwo, sapaan Soekarwo. (Ism)

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri