Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menjelang Pengumuman Cawapres, Indeks Syariah Malah Loyo.
Dream - Indeks acuan saham syariah bergerak melemah pada penutupan perdagangan harian, Kamis, 9 Agustus 2018. Sempat bergerak menguat hingga 1,5 jam usai pembukaan sesi siang, tiga indeks acuan saham syariah justru menukik masuk zona merah.
Pelaku pasar sepertinya mengantisipasi sentimen dari pengusungan nama Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019.
Sentimen politik ini ikut mempengaruhi laju saham PT Saratoga Investama Tbk milik pengusaha Sandiaga Uno yang digadang menjadi Cawapres untuk Prabowo Subianto.
Data perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,601 poin (0,33%) ke level 179,518. Indeks syariah sempat menguat ke level 180,724 setelah dibuka melemah di level 179,796.
Laju penguatan ISSI justru berbalik melemah 1,5 jam jelang sesi penutupan. ISSI sempat menyentuh level terendah di 179,285.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bernasib serupa. Indeks berisi 30 emiten bluechips syariah ini bergerak lemah 2.437 poin (0,37%) ke level 664,091.
Begitu pula dengan JII70 yang indeksnya merosot 0,752 poin (0,34%) ke level 222,445.
Investor menahan diri melantai di bursa untuk memantau siapa cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2019. Mereka cenderung melepas saham syariahnya. Penjualan saham ini membuat harga 153 saham syariah melemah.
Total nilai transaksi perdagangan saham syariah tercatat Rp4,65 triliun dari 50,25 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Emiten Saratoga hari ini bergerak cukup atraktif. Sempat bergerak menguat hingga 5 persen, saham berkode ticker SRTG ini menutup perdagangan dengan menguat 30 poin (0,82%) ke level Rp 3.710 per saham.
Emiten pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terangkat Rp575, EXCL Rp110, PGAS Rp90, ASII Rp75, dan BRPT Rp65.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya turun Rp525, SMGR Rp275, INDY Rp150, INTP Rp125, dan TPIA Rp125.
Dari pasar uang, sentimen ini tak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Kurs rupiah terhadap dolar AS menguat 31 poin (0,21%) ke level Rp14.408 per dolar AS dan sempat terperosok ke level Rp14.455 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya