Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Kompak Melemah Hari Ini.
Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kuasa menahan hembusan aksi jual investor. Bertahan menguat hingga penutupan perdagangan sesi pertama, indeks acuan saham syariah malah loyo di sesi siang.
Laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) malah mendekam sepanjang perdagangan sesi kedua.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu 8 Agustus 2018, ISSI beringsut 0,069 poin (0,04%) ke level 180,119. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 180,620. ISSI bertengger di level tertinggi di 180,985 dan terjerembab ke level 180,985.
Penguatan hingga sesi pertama juga dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang dibuka menguat 224.217. Namun di sesi penutupan, indeks baru di BEI ini malah merosot 0,275 poin (0,12%) ke level 223,197
Berbeda dari dua indeks syariah tadi, laju Jakarta Islamic Index (JII) justru sudah berulang kali terpeleset ke zona merah di sesi perdagangan pagi. Dengan 20 emiten unggulan syariah yang melemah, indeks JII akhirnya merosot 2,542 poin (0,38%) ke level 666,528, .
Aksi lepas saham investor mendorong harga 145 saham syariah terkoreksi. Aksi jual investor mendorong nilai perdagangan saham syariah meningkat menjadi Rp4,53 triliun dari 50,81 miliar saham yang berpindah tangan.
Di tengah koreksi indeks syariah, investor memilih saham-saham di sektor komoditas sebagai tempat berlindung. Tercatat indeks sektor pertanian meroket 4,06 persen. Disusul indeks sektor industri dasar yang naik 1,60 persen.
Sektor barang konsumsi merosot 1,43 persen, properti 0,89 persen, pertambangan 0,62 persen, manufaktur 0,32 persen, dan infrastruktur 0,17 persen.
Emiten bluechip syariah top gainer yang memikat hati investor adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp250, TPIA Rp225, PGAS Rp90, ASII Rp50, dan UNTR Rp50.
Saham UNVR terkoreksi Rp550, SMGR Rp350, ITMG Rp300, INDY Rp230, dan INTP Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 14 poin (0,10%) ke level Rp14.428 per dolar AS. Rupiah sempat terperosok ke Rp14.447 per dolar AS dan bisa bangkit.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya