Indeks Syariah Kembali Melemah, Loyo di Sesi Kedua

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 8 Agustus 2018 16:54
Indeks Syariah Kembali Melemah, Loyo di Sesi Kedua
Padahal, indeks pertanian melesat paling tinggi.

Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kuasa menahan hembusan aksi jual investor. Bertahan menguat hingga penutupan perdagangan sesi pertama, indeks acuan saham syariah malah loyo di sesi siang. 

Laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) malah mendekam sepanjang perdagangan sesi kedua. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu 8 Agustus 2018, ISSI beringsut 0,069 poin (0,04%) ke level 180,119. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 180,620. ISSI bertengger di level tertinggi di 180,985 dan terjerembab ke level 180,985.

Penguatan hingga sesi pertama juga dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang dibuka menguat 224.217. Namun di sesi penutupan, indeks baru di BEI ini malah merosot 0,275 poin (0,12%) ke level 223,197

Berbeda dari dua indeks syariah tadi, laju Jakarta Islamic Index (JII) justru sudah berulang kali terpeleset ke zona merah di sesi perdagangan pagi. Dengan 20 emiten unggulan syariah yang melemah, indeks JII akhirnya merosot 2,542 poin (0,38%) ke level 666,528, .

Aksi lepas saham investor mendorong harga 145 saham syariah terkoreksi. Aksi jual investor mendorong nilai perdagangan saham syariah meningkat menjadi Rp4,53 triliun dari 50,81 miliar saham yang berpindah tangan.

Di tengah koreksi indeks syariah, investor memilih saham-saham di sektor komoditas sebagai tempat berlindung. Tercatat indeks sektor pertanian meroket 4,06 persen. Disusul indeks sektor industri dasar yang naik 1,60 persen.

Sektor barang konsumsi merosot 1,43 persen, properti 0,89 persen, pertambangan 0,62 persen, manufaktur 0,32 persen, dan infrastruktur 0,17 persen.

Emiten bluechip syariah top gainer yang memikat hati investor adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp250, TPIA Rp225, PGAS Rp90, ASII Rp50, dan UNTR Rp50.

Saham UNVR terkoreksi Rp550, SMGR Rp350, ITMG Rp300, INDY Rp230, dan INTP Rp200.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 14 poin (0,10%) ke level Rp14.428 per dolar AS. Rupiah sempat terperosok ke Rp14.447 per dolar AS dan bisa bangkit.

(Sah)

Beri Komentar