IHSG Tembus 6000, Indeks Syariah Makin Perkasa

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 30 Juli 2018 16:52
IHSG Tembus 6000, Indeks Syariah Makin Perkasa
Tiga indeks syariah menguat bersamaan.

Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level 6.000. Aksi beli investor mendorong indeks acuan lain di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bergerak menguat. 

Saham-saham di sektor pertambangan menjadi primadona pasar. Penguatan harga saham tambang turut mendorong tiga indeks acuan saham syariah kembali ditutup menguat. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Senin 30 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 1,392 poin (0,78%) ke level 180,700. ISSI bergerak menguat sepanjang perdagangan usai dibuka naik di level 179,441 dan menyentuh posisi tertinggi di 180,700. 

Menguatnya lebih dari separuh penghuni indeks bluechips syariah juga mendorong dua indeks acuan saham unggulan syariah menguat. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merangkak naik 5,195 poin (0,77%) ke level 676,971.

Sementara Indeks JII70 naik 1,767 poin (0,79%) ke level 225,741.

Sementara itu, IHSG awal pekan ini bergerak perkasa dengan kembali menembus level 6000. IHSG ditutup di level  6.027,936. 

Transaksi perdagangan saham syariah melonjak tajam meski baru awal pekan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi sebanyak 53,46 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp4,94 triliun.

Investor lebih senang bermain saham di sektor pertambangan sehingga indeksnya menanjak 2,72 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh industri aneka yang indeksnya naik 1,5 persen dan pertanian 1,01 persen.

Hanya ada dua indeks yang melemah, yaitu infrastruktur 0,2 persen dan perdagangan 0,1 persen.

Posisi top gainer bluechip syariah kali ini diraih oleh ITMG yang harga sahamnya melejit Rp1000, diikuti oleh UNTR Rp525, INDY Rp310, INTP Rp300, dan ICBP Rp175.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah kembali jeblok. Seharian dolar AS kembali bertengger di posisi Rp14.411 per dolar. Dolar AS naik 74 poin (0,52%) dari level pembukaan yang sebesar Rp14.337 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sempat terseret ke zona terendah di Rp14.413 per dolar AS.

(Sah)

Beri Komentar