Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kompak Menguat Mengawali Pekan Ini.
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level 6.000. Aksi beli investor mendorong indeks acuan lain di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bergerak menguat.
Saham-saham di sektor pertambangan menjadi primadona pasar. Penguatan harga saham tambang turut mendorong tiga indeks acuan saham syariah kembali ditutup menguat.
Pada penutupan perdagangan BEI, Senin 30 Juli 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 1,392 poin (0,78%) ke level 180,700. ISSI bergerak menguat sepanjang perdagangan usai dibuka naik di level 179,441 dan menyentuh posisi tertinggi di 180,700.
Menguatnya lebih dari separuh penghuni indeks bluechips syariah juga mendorong dua indeks acuan saham unggulan syariah menguat. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) merangkak naik 5,195 poin (0,77%) ke level 676,971.
Sementara Indeks JII70 naik 1,767 poin (0,79%) ke level 225,741.
Sementara itu, IHSG awal pekan ini bergerak perkasa dengan kembali menembus level 6000. IHSG ditutup di level 6.027,936.
Transaksi perdagangan saham syariah melonjak tajam meski baru awal pekan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi sebanyak 53,46 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp4,94 triliun.
Investor lebih senang bermain saham di sektor pertambangan sehingga indeksnya menanjak 2,72 persen. Kenaikan saham ini diikuti oleh industri aneka yang indeksnya naik 1,5 persen dan pertanian 1,01 persen.
Hanya ada dua indeks yang melemah, yaitu infrastruktur 0,2 persen dan perdagangan 0,1 persen.
Posisi top gainer bluechip syariah kali ini diraih oleh ITMG yang harga sahamnya melejit Rp1000, diikuti oleh UNTR Rp525, INDY Rp310, INTP Rp300, dan ICBP Rp175.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah kembali jeblok. Seharian dolar AS kembali bertengger di posisi Rp14.411 per dolar. Dolar AS naik 74 poin (0,52%) dari level pembukaan yang sebesar Rp14.337 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sempat terseret ke zona terendah di Rp14.413 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya