Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya strategi untuk mengembangkan industri asuransi di Indonesia. Strategi ini diterapkan terutama untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah.
" Di penghujung tahun 2017, OJK telah menetapkan arah strategis pengawasan IKNB (Industri Keuangan Non-Bank) 2017 yang menurut kami sangat relevan dengan industri asuransi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi, di Jakarta, Kamis, 16 November 2017.
Pengawasan IKNB yang telah disusun OJK memiliki enam arah tujuan. Melalui pengawasan tersebut, OJK ingin menggenjot peningkatan jumlah produk keuangan asuransi syariah disertai meningkatkanya kapasitas sumber daya manusianya.
" (Lalu), perluasan akses masyarakat terhadap produk asuransi syariah," kata Riswinandi.
Langkah berikutnya adalah integrasi pengawasan bisnis IKNB, termasuk asuransi. Misalnya, mendorong IKNB menggunakan IT untuk melakukan pengawasan terintegrasi.
Strategi selanjutnya adalah pendalaman pasar untuk memperluas akses keuangan. Caranya dengan memperbanyak produk asuransi seperti pertanian, nelayan, dan peternakan sapi.
Sedangkan strategi lainnya, kata Riswinandi, memperkuat pengawasan konglomerasi keuangan yang dikoordinasikan secata internal oleh pengawas terintegrasi dibantu oleh pengawas bank, pasar modal, dan non-bank.
Strategi kelima adalah menciptakan kesehatan keuangan individu dan industri yang secara langsung akan berdampak pada stabiltas keuangan.
" Arah strategis terakhir adalah pengembangan financial technology yang menurut hemat kami telah memperbesar akses dan kemudahan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan," kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya