Taksi Express (www.expressgroup.co.id)
Dream - Perusahaan taksi, PT Express Transindo Utama (Express Group) kini tengah dirundung masalah keuangan. Manajemen perusahaan terpaksa memberhentikan kurang lebih 250 karyawannya.
" Pengurangan karyawan yang telah dilakukan sampai dengan periode Juni tahun 2017 adalah sebanyak kurang lebih 250 karyawan," kata Corporate Secretary Express Group, Megawati Affan, seperti dikutip Dream dari laporan tertulisnya kepada PT Bursa Efek Indonesia.
Megawati mengatakan penurunan pendapatan tersebut disebabkan dua faktor yaitu diskon setoran harian pengemudi mitra dan keberadaan taksi online.
" Tingkat utilitas armada taksi mengalami penurunan karena adanya peralihan ke jasa transportasi berbasis aplikasi," tutur Megawati.
Kinerja Express dalam laporan keuangan semester I-2017 memang menunjukan penurunan signifikan. Pendapatan perusahaan hingga paruh pertama tahun ini anjlok hingga 58 persen menjadi Rp158,74 miliar dari sebelumnya Rp 374,06 miliar per Juni 2016.
Khusus dari bisnis penyewaan taksi, pendapatan perusahaan bahkan anjlok sampai 60 persen. Hingga Juni 2017, Express hanya bisa meraup pendapatan Rp 134,02 miliar.
Terkait penurunan pendapatan tersebut, Megawati menjelaskan kondisi itu terjadi karena perseroan memberikan diskon atas setoran harian untuk para sopir.
Saat ini, Express Group memiliki armada sekitar 9.600 unit dengan tingkat pemakaian mencapai 45 persen.
© Dream
Megawati mengatakan, perusahaan telah berusaha meningkatkan pendapatan. Beragam strategi dilakukan perusahaan diantaranya lewat kerjasama dengan aplikasi transportasi online, Uber dan MyTrip.
Kontrak kerjasama yang tak dibatasi jangka waktu itu diakui berhasil terlihat dari kontribusi pendapatan taksi perseroan dari Uber yang mencapai sekitar 5 persen.
Selain itu, terang Megawati, pihaknya juga akan mengembangkan basis pelanggan dengan meningkatkan pelanggan korporasi dan jumlah pangkalan.
© Dream
Selain itu, perusahaan juga berusaha menekan biaya dengan melakukan penjualan beberapa aset seperti tanah kosong, ruko, serta armada taksi dan bus.
Dari hasil penjualan ini, Express melaporkan mendapat pemasukan sekitar Rp 2,5 miliar dari penjualan armada. Sisanya sebesar Rp 3,5 miliar akan direalisasikan pada periode berikutnya.
" Dana yang didapat sebagian besar akan digunakan untuk mengurangi kewajiban jangka panjang perusahaan dan menunjang kegiatan usaha dan operasional," ujar Megawati.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas