Alasan KCI Pakai Tiket Kertas Saat Pembaruan Sistem

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 23 Juli 2018 18:44
Alasan KCI Pakai Tiket Kertas Saat Pembaruan Sistem
Tak heran ini membuat sebagian pengguna KRL kebingungan.

Dream – Pengguna jasa KRL sempat tak nyaman dengan pembaruan sistem tiket elektronik. Hal ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi yang diberikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Kisruh angkutan KRL yang terjadi pagi tadi, Senin, 23 Juli 2018 salah satunya diakibatkan penggunaan tiket kertas Senin 23 Juli 2018. Pengelola KRL di Tanah Air itu memang sengaja menerapkan kebijakan itu sebagai upaya mitigasi dari proses pembaruan sistem kartu elektronika KRL. 

" Terkait sistem tiket kertas, kebijakan ini merupakan upaya PT KCI melakukan upaya mitigasi sesuai SOP pada saat sistem tiket elektronik tidak berfungsi," ucap dia.

Akibat pengelolaan sistem pembaruan ini, para penumpang kereta banyak yang mengeluhkan antrean pintu masuk stasiun yang mengular. Selain antrean, para penumpang juga mengeluhkan waktu pemberitahuan pembaruan sistem yang mendadak.

" Kami atas nama manajemen PT KCI memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna," ucap dia.

Meski pembaruan sistem elektronik tiket sudah selesai, manajemen KCI menegaskn ada beberapa Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik dari bank, dan Tiket Harian Berjaminan (THB) yang memerlukan proses validasi ulang. Proses ini dapat dilakukan di loket stasiun.

" Pengguna memiliki waktu hingga tujuh hari untuk menyelesaikan dan menormalkan kembali kartunya," kata dia.

Minim Sosialisasi

Pemberitahuan soal pergantian sementara sistem tiket ini sebetulnya diumumkan Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI melalui media sosial pada Minggu sore, 22 Juli 2018. Namun pemberitahuan tersebut tak bisa menjangkau para pengguna kereta.

“ Tadi ada beberapa orang tua bertanya kepada saya ketika antrean panjang dan yang tidak tahu tentang tiket kertas ini,” kata Seorang pengguna KRL di Stasiun Bekasi, Septriyan Mualik ketika dihubungi Dream tadi pagi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh pengguna KRL Bekasi, Citra. Dia mengatakan ada seorang penumpang wanita di Stasiun Cakung yang kaget dengan aturan pembelian tiket kertas setelah mendengar pengumuman dari penumpang bahwa hari ini berlaku tiket kertas.

“ Ada mbak-mbak yang bareng dengan saya, sudah jalan ke arah gate untuk tap. Pas dibilang hari ini berlaku tiket kertas, si mbaknya langsung berhenti, balik badan sambil dengerin woro-woronya. Mukanya langsung bingung,” kata Citra ketika dihubungi Dream.

1 dari 1 halaman

Akui Sosialisasi Minim

Akui Sosialisasi Minim © Dream

Direktur Utama KCI, Wiwik Widyanti, mengakui pihaknya kurang menggencarkan sosialisasi program pembaruan tiket KRL elektronik. Kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi mereka.

“ Ini menjadi evaluasi kami. Sebenarnya sudah disampaikan, tapi kurang lama dan kurang meluas,” kata Wiwik di Jakarta.

Dia meminta maaf atas ketidanyamanan yang dirasakan oleh pengguna jasa KRL. “ Kami atas nama manajemen KCI mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidanyamanan yang dialami pengguna,” kata Wiwik.

(Sah)

 

Beri Komentar