Banyak Pesawat Di-Grounded, Bos Boeing Klaim 737 MAX 8 Aman

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 12 Maret 2019 19:44
Banyak Pesawat Di-Grounded, Bos Boeing Klaim 737 MAX 8 Aman
Pesawat ini disebut-sebut mengantongi ratusan ribu penerbangan dengan aman setelah mengantongi sertifikat layak terbang.

Dream – Produsen pesawat terbang terkenal dunia, Boeing, menjamin Boeing 737 MAX 8 aman untuk dioperasikan. Pernyataan itu disampaikan setelah beberapa maskapai dunia memutuskan mengandangkan pesawat tersebut usai kecelakaan nahas yang dialami Ethiopian Airlines. 

“ Kami yakin dengan keselamatan 737 MAX. (Ada) pria dan wanita yang merancang dan membangun pesawat ini,” kata CEO Boeing, Dennis Muilenburg, dikutip dari Channel News Asia, Selasa 12 Maret 2019.

Muilenburg menegaskan pesawat 737 MAX telah mengantongi sertifikasi layak terbang. Bagian keluarga MAX ini juga merampungkan ratusan ribu penerbangan dengan aman.

Dia mengatakan kecelakaan yang baru saja dialami Ethiopian Airline merupakan tantangan baru setelah beberapa bulan sebelumnya tragedi yang melibatkan pesawat tipe sama dialami Lion Air bernomor penerbangan JT-610.

Sekadar informasi, pada Minggu 10 Maret 2019, sebuah jet penumpang Ethiopian Airlines jatuh beberapa menit setelah lepas landas. Kecelakaan ini menewaskan 157 orang di dalamnya. Keamanan pesawat Boeing 737 MAX 8 kembali dipertanyakan.

Pesawat ini jadi sorotan publik untuk kedua kalinya setelah 737 MAX 8—yang digunakan oleh Lion Air Grou—jatuh di Indonesia pada Oktober 2018.

Pesawat bongsor ini dirilis pada 2017 sebagai pembaruan untuk model 737. Pesawat berlorong satu ini merupakan rival dari Airbus A320. Pesawat Boeing ini diklaim hemat bahan bakar.

1 dari 3 halaman

Lion Air Stop Sementara Operasional Boeing 737 Max 8

Dream – Lion Air Group menghentikan sementara operasional pesawat Boeing 737 Max 8.  Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“ Sehubungan dengan surat edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara pengoperasian (temporary grounded) pesawat Boeing 737 Max 8, dengan ini Lion Air menyatakan akan menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 pesawat Boeing 737 Max 8 yang dikuasai saat ini sampai dengan waktu yang ditentukan demikian,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 12 Maret 2019.

Danang mengatakan pihaknya mengutamakan prinisip keselamatan dan keamanan penerbangan. Maskapai berlambang singa merah ini juga menetapkan pelatihan awak dan perawatan pesawat.

Standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara juga sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan dan pengecekan.

“ Lion Air akan selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap operasional penerbangan,” kata dia.

Danang mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan untuk menyampaikan informasi serta data-data pengoperasian Boeing 737 Max 8.

“ Lion Air akan meminimalisir dampak dari keputusan ini agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Maskapai Indonesia Dilarang Operasikan Boeing 737 Max 8

Dream – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan melarang maskapai penerbangan di Tanah Air mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8. Keputusan penghentian sementara ini diambil terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang dan menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia.

“ Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 12 Maret 2019.

Polana memastikan proses inspeksi akan dimulai secepatnya. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.

Dia mengatakan pengawasan operasional pesawat jet komersial ini telah dilakukan sejak 30 Oktober 2018 setelah terjadi kecelakaan JT 610.

“ Kalau terjadi masalah atau temuan hasil inspeksi langsung, pesawat langsung di-grounded di tempat,” kata Polana.

3 dari 3 halaman

Terus Komunikasi dengan FAA

Polana mengatakan Kemenhub terus berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) untuk menjamin semua pesawat Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia layak terbang.

FAA juga telah menerbitkan Airworthiness Directive yang juga telah diadopsi oleh Ditjen Hubud dan telah diberlakukan kepada seluruh operator penerbangan Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX.

Saat ini, maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut adalah PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) sebanyak 1 unit dan Lion Air sebanyak 10 unit.

“ FAA menyampaikan akan terus berkomunikasi dengan Ditjen Hubud sekiranya diperlukan langkah lanjutan guna memastikan kondisi airworthy (laik terbang) untuk Boeing 737-8 MAX,” kata dia.

Polana mengatakan pihaknya telah menerima pernyataan langsung dari Boeing Co. Produsen pesawat ini menyampaikan akan memberikan keterangan terkini tentang hasil investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines.

“ Boeing Co. juga siap menjawab pertanyaan dari tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan airworthy jenis pesawat terbang Boeing 737-8 MAX,” kata dia.

Polana juga meminta semua maskapai penerbangan untuk patuh terhadap aturan yang berlaku. “ Keselamatan adalah hal yang utama dalam penerbangan,” kata dia. (Sah)

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri