Kembali Turun, Bursa Syariah Melemah Sepanjang Pekan

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 25 September 2015 16:31
Kembali Turun, Bursa Syariah Melemah Sepanjang Pekan
Kurs rupiah berhasil memperbaiki posisinya setelah menjau dari level 14.700/US$

Dream - Bursa saham Indonesia selama sepekan ini terus bergerak turun. Sempat dibuka menguat, indeks acuan saham syariah akhirnya terseret masuk zona negatif.

Penutupan perdagangan jelang akhir pekan ini juga menandai aksi lepas asing yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 25 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,784 poin (0,58%) ke level 134,604.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 4,304 poin (0,77%) ke level 557,227.

Laju dua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya sempat menjanjikan kala dibuka menguat. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 136,139.

Namun sentimen negatif dari regional serta pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS memaksa pelaku pasar melepas portofolionya.

Investor hanya memanfaatkan pelemahan harga komoditas global dengan mengoleksi saham-saham di sektor pertanian dan pertambangan. Kedua indeks sektor ini naik 0,26 persen dan 1,10 persen.

Pasar modal Indonesia justru tertekan oleh turunnya harga saham dari emiten sektor barang konsumsi dan keuangan.

Tercatat 108 emiten syariah bergerak melemah, dengan 16 diantaranya merupakan saham-saham keping biru.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menatap akhir pekan di zona merah. IHSG turun 34,988 poin (0,82%) ke level 4.209,439.

Meski Harpitnas, transaksi perdagangan saham terbilang cukup ramai. Dana investor sebesar Rp 4,98 triliun mengguyur pasar modal Indonesia.

Sayang, Rp 502 miliar diantaranya merupakan dana yang ditarik pemodal asing dari bursa saham nasional.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah berhasil memperbaiki posisinya setelah menyentuh level 14.700. Naik tipis 9 poin (0,06%), rupiah sore ini bertahan di level 14.671 per dollar AS.

 

Beri Komentar